alexametrics

Waspada 10 Kali Lipat, Begini Cara Hindari Virus Corona Varian Delta

Bimo Aria Fundrika
Waspada 10 Kali Lipat, Begini Cara Hindari Virus Corona Varian Delta
Ilustrasi Virus Corona varian delta. (Pixabay)

Dokter spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, dr. Syahril Mansyur Sp.P., mengatakan bahwa varian Delta punya kemampuan menyebar 10 kali lebih cepat dan singkat

Suara.com - Virus corona varian Delta disebut jadi salah satu faktor penyebab melonjaknya kasus positif  Covid-19 di Indonesia dalam tiga pekan terakhir. 

Dokter spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, dr. Syahril Mansyur Sp.P., mengatakan bahwa varian Delta punya kemampuan menyebar 10 kali lebih cepat dan singkat. Sehingga kewaspadaan untuk mencegah penularan juga harus ditingkatkan. 

"Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia salah satunya disebabkan dari mutasi virus varian Delta. Varian ini menyebar 10 kali lebih cepat dan lebih singkat. Sehingga adaptasi dan kewaspadaan kita juga harus ditingkatkan 10 kali lipat,” kata dokter Syahril dalam webinar bersama Kalbe Farma, Rabu (21/7/2021).

Ilustarasi virus corona. (pixabay)
Ilustarasi virus corona. (pixabay)

Dokter Syahril menekankan, meski sudah divaksinasi, sikap waspada juga perlu diterapkan. Caranya dengan disiplin melaksanan protokol kesehatan 5M, berupa memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, pakai sabun, menghindari kerumunan, dan menghindari makan bersama.

Baca Juga: Tidak Ambil Pusing Omongan Orang, Begini Cara Hyoyeon SNSD Jaga Kesehatan Pikiran

"Juga jangan konsumsi obat-obatan selain anjuran dokter bila terkonfirmasi. Dan apabila ada penurunan saturasi oksigen kurang dari 93 persen atau sesak napas, segera ke rumah sakit,” tambah dr. Syahril.

Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Esther Kristiningrum, menyarankan untuk konsumsi vitamin dan mineral yang direkomendasikan seperti vitamin B, C, D, E dan Zinc. Selain itu, untuk menghindari paparan virus corona klaster kantor, dr. Esther menyarankan perusahaan memastikan setiap karyawan telah divaksinasi Covid-19. 

“Upaya testing dan tracing juga perlu dilakukan untuk memastikan karyawan yang terpapar tetap terpantau dan dimonitor dengan seksama. Serta karyawan yang positif Covid-19 mendapatkan tatalaksana atau pengobatan yang tepat sesuai rekomendasi, baik yang isolasi mandiri atau dirawat di fasilitas kesehatan,” lanjut dr.Esther.

Dalam webinar yang sama, Dewan Pengawan BPJS Ketenagakerjaan Subchan Gatot juga menyampaikan bahwa dalam mencegah penyebaran Covid-19, perusahaan perlu memiliki kebijakan dan tim khusus untuk pencegahan dan deteksi dini Covid-19. Termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin dan memvaksinasi karyawan

“Dengan vaksinasi, kita bisa mencapai herd immunity dan bisa segera melewati pandemi Covid-19 ini seperti beberapa negara lainnya,” kata Subchan.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19 Rabu 21 Juli 2021, Jawa Barat Melonjak Lampaui Jakarta

Komentar