Cegah Remaja dari Hoaks Vaksin Covid-19 di Medsos, Begini Saran IDAI

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 11:01 WIB
Cegah Remaja dari Hoaks Vaksin Covid-19 di Medsos, Begini Saran IDAI
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Hoaks vaksin Covid-19 juga bisa menerpa remaja lewat media sosial. Untuk itu, guru dan juga teman sebaya diharapkan bisa berperan aktif dalam mencegah remaja terpapar hoaks mengenai vaksin Covid-19. Tujuannya, agar remaja usia 12-17 tahun yang sudah masuk kelompok prioritas vaksinasi Covid-19 itu memahami pentingnya imunisasi tersebut.

"Guru itu berperan penting di sekolah untuk memengaruhi anak, karena kadang anak lebih percaya guru daripada orangtua. Kemudian juga remajanya lagi, misalnya ketua OSIS atau perkumpulan remaja kita edukasi untuk menjadi edukator kepada seumurnya," kata Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita saat berbincang langsung dengan suara.com, Selasa (20/7/2021).

Akan tetapi, edukasi kepada remaja yang akan menjadi pelopor jangan hanya menyuruh mereka untuk taat protokol kesehatan. Menurut dokter Cissy, mereka juga perlu dijelaskan adanya risiko paparan virus dari berbagai varian yang lebih menular. Sehingga potensi tertular dan sakit berat menjadi lebih berisiko jika tidak divaksinasi.

"Kalau seseorang sudah divaksin, sakit lagi, daya tahan tubuhnya mungkin lebih baik, antibodinya juga jadi lebih baik. Mungkin juga dia terkena varian yang baru, menurut penelitian masih bisa diproteksi oleh vaksin yang ada sekarang," ucapnya.

"Ini yang harus kita perhatikan. Jadi anak-anak enggak bisa kalau cuma dari orangtuanya. Kadang melihat TV juga bingung, satu pakar bilang ini, pakar lain bilang itu. Apalagi kita harus memenangkan terhadap medsos itu. Jangan medsos yang memberikan informasi salah. Biarlah mereka (medsos) berbicara, tapi kita harus bicara lebih keras," imbuh dokter Cissy.

Tetapi bagaimana jika orangtua sendiri yang masih khawatir dengan keamanan vaksin Covid-19? Dokter Cissy menegaskan bahwa pembuatan vaksin Covid-19 sudah diuji berkali-kali. Sebelum diberikan kepada anak, uji klinis lebih dulu dilakukan pada orang dewasa, bahkan sebelumnya lagi pada binatang. Uji klinis pembuatan vaksin umumnya harus melewati tiga fase selama pengujian pada manusia.

"Kalau enggak aman di salah satu fase, harus dicari dulu (penyebabnya), enggak boleh langsung ke anak. Jadi jangan takut, karena pada dewasa dilakukan, kemudian dilakukan uji juga pada anak berapa ribu kasus," ujarnya.

Dari hasil uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China, efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bahkan lebih kecil dan ringan pada anak.

Memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli, dokter Cissy berpesan bahwa anak juga harus dijaga dari risiko paparan Covid-19. Anak dan keluarganya harus tetap taat protokol kesehatan di manapun berada agar tidak jadi sumber penularan.

"Kalau sudah positif, jangan putus asa, itu bisa diatasi dengan berbagai pedoman yang sudah ada. Jangan takut pada vaksin, itu aman dan sudah diteliti dengan baik. Tapi takutlah pada penyakit Covid-19," pungkas dokter Cissy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Gibran Lumpuh Total karena Positif COVID-19, Cek Faktanya!

Kabar Gibran Lumpuh Total karena Positif COVID-19, Cek Faktanya!

Bekaci | Kamis, 22 Juli 2021 | 06:50 WIB

Indonesia Darurat Hoaks Covid-19! Mafindo Catat 1.060 Hoaks, Sebagian Buat Nyawa Melayang

Indonesia Darurat Hoaks Covid-19! Mafindo Catat 1.060 Hoaks, Sebagian Buat Nyawa Melayang

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 19:23 WIB

Sebar Berita Hoaks Soal PPKM Darurat, Pemuda di Brebes Terancam 12 Tahun Penjara

Sebar Berita Hoaks Soal PPKM Darurat, Pemuda di Brebes Terancam 12 Tahun Penjara

Jawa Tengah | Rabu, 21 Juli 2021 | 17:28 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB