Kasus Covid-19 Naik, Sekjen PMI: Permintaan Plasma Konvalesen Tembus 4.000 Antrean

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 22 Juli 2021 | 18:25 WIB
Kasus Covid-19 Naik, Sekjen PMI: Permintaan Plasma Konvalesen Tembus 4.000 Antrean
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Seiring peningkatan kasus Covid-19, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengungkap adanya peningkatan permintaan plasma konvalesen sebanyak 30 hingga 40 kali lipat.

Plasma darah konvalesen adalah sel darah putih  yang terkandung antibodi dari tubuh penyintas Covid-19 karena berhasil melawan virus corona penyebab sakit Covid-19.

"Belakangan kasus Covid-19, gelombang permintaan naik 30 sampai 40 kali lipat dari biasanya," ujar Sudirman Said saat konferensi pers, Kamis (22/7/2021).

Hingga saat ini dari seluruh Indonesia, PMI sudah menerima hingga 4.000 antriean masyarakat yang membutuhkan donor plasma darah konvalesen.

Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Bahkan kata Sudirman, tidak sedikit masyarakat yang datang ke PMI menunggu stok golongan plasma darah konvalesen untuk diberikan pada pasien Covid-19 yang sedang berjuang di rumah sakit.

Sudirman menambahkan akibat permintaan plasma darah konvalesen yang meningkat, hasilnya stok darah tersebut di PMI cenderung menurun hingga saat ini. Meskipun ia tidak menampik, sudah semakin banyak pasien Covid-19 yang menerima plasma darah konvalesen ini.

"Situasi plasma darah konvalesen sampai dengan hari ini itu sudah terhimpun dan terdistribusikan dari pendonor yang melayani lebih dari 60 ribu pasien, respon masyarakat baik tapi permintaanya begitu tinggi, jadi kesulitan saat ini," papar Sudirman.

Sekedar informasi, saat ini terapi plasma darah konvalensen masih belum sepenuhnya terbukti efektifitasnya, karena penelitian masih berlangsung, dan izinnya di Indonesia masih menggunakan izin penggunaan darurat atau emergency authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak yang Keliru, Ini Waktu Terbaik Pemberian Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19

Banyak yang Keliru, Ini Waktu Terbaik Pemberian Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 18:35 WIB

Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen

Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:55 WIB

Dokter Faheem Younus: Terapi Plasma Konvalesen Tak Bermanfaat Buat Pasien Covid-19

Dokter Faheem Younus: Terapi Plasma Konvalesen Tak Bermanfaat Buat Pasien Covid-19

News | Minggu, 18 Juli 2021 | 05:10 WIB

Terkini

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

×