Pastikan Keamanan, Moderna Perluas Studi Vaksin Covid-19 Untuk Anak

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:55 WIB
Pastikan Keamanan, Moderna Perluas Studi Vaksin Covid-19 Untuk Anak
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Suara.com - Sejumlah produsen farmasi di dunia terus berupaya mengembangkan vaksin Covid-19 anak. Kini giliran Moderna yang mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas ukuran studi vaksin Covid-19 pada anak-anak yang lebih muda.

Mereka ingin mendeteksi efek samping yang jarang terjadi, seperti jenis peradangan jantung yang baru-baru ini ditandai oleh otoritas kesehatan AS.

Perusahaan itu mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Food and Drug Administration untuk mendaftarkan lebih banyak peserta studi di bawah usia 12 tahun untuk vaksin moderna.

Perusahaan itu bermaksud menguji vaksin pada sekitar 7.000 anak, dengan beberapa di antaranya berusia 6 bulan.

Dilansir dari Tampa Bay, perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts mengatakan melalui email bahwa mereka belum memutuskan berapa banyak anak yang akan ditambahkan.

Ilustrasi Vaksin Covid
Ilustrasi Vaksin Covid

Pengumuman itu muncul ketika kasus Covid-19 AS meningkat dan sekolah bersiap untuk menyambut siswa kembali ke ruang kelas.

Pada saat yang sama, regulator terus meninjau kasus jenis peradangan jantung langka yang disebut miokarditis yang telah dilaporkan pada sejumlah kecil remaja yang mendapat suntikan Moderna atau Pfizer.

Pfizer mengatakan pada hari Senin bahwa jika mereka mengubah pengujian vaksinnya pada anak-anak, maka akan memberikan pembaruan. Perusahaan yang berbasis di New York ini sedang menguji vaksinnya pada hingga 4.500 anak di Amerika Serikat dan Eropa.

FDA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dapat mengomentari diskusi dengan perusahaan, tetapi menambahkan, bahwa otoritas kesehatan itu bekerja dengan sponsor untuk memastikan jumlah peserta dalam uji klinis memiliki ukuran yang memadai untuk mendeteksi sinyal keamanan."

Berita itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times.

Pejabat AS dan ahli medis independen mengatakan bulan lalu manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risiko efek samping, yang telah dilaporkan pada beberapa ratus orang di bawah 30 tahun.

Tetapi masalah keamanan vaksin apa pun dapat memperlambat penyerapan, terutama di antara orang tua yang waspada terhadap penggunaan vaksin. risiko kesehatan apa pun dengan anak-anak mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Anak 12-15 Tahun, Yunani Gunakan Vaksin Pfizer dan Moderna

Vaksinasi Anak 12-15 Tahun, Yunani Gunakan Vaksin Pfizer dan Moderna

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 14:46 WIB

Vaksin Moderna Boleh Digunakan Untuk Usia 12 Tahun ke Atas di Eropa

Vaksin Moderna Boleh Digunakan Untuk Usia 12 Tahun ke Atas di Eropa

Health | Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:30 WIB

INFOGRAFIS : Apa Beda Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer?

INFOGRAFIS : Apa Beda Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer?

Infografis | Jum'at, 23 Juli 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB