alexametrics

Ibu Kurang Gizi atau Obesitas, Apakah Kualitas ASI Menurun?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Ibu Kurang Gizi atau Obesitas, Apakah Kualitas ASI Menurun?
Ilustrasi ibu menyusui, ASI. (Sumber: Shutterstock)

Bagaimana jika ibu mengalami kurang gizi ataupun obesitas pasca melahirkan? Apakah kualitas ASI menurun?

Suara.com - Pasca melahirkan, ibu disarankan untuk memberikan air susu ibu alias ASI kepada bayinya untuk 6 bulan pertama kehidupan.

Karenanya, kesehatan si ibu juga menjadi penting agar asupan ASI bagi anak tercukupi. Lalu, bagaimana jika ibu mengalami kurang gizi ataupun obesitas? Apakah kualitas ASI menurun?

"Ada penelitian yang menyatakan bahwa ibu yang gizinya kurang dengan seorang ibu yang gizinya ideal dan obes itu ternyata kandungan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, benar-benar itu tergantung dari kebutuhan bayi. Bukan karena ibu yang kekurangan gizi seimbang sehingga ASI kekurangan gizi," jelas dokter spesialis anak dr. Dimple Gobind Nagrani, Sp.A., dalam siaran langsung Instagram bersama Mother and Baby, Senin (2/8/2021).

Terpenting, menurut dokter Dimple, ibu harus bisa mempertahankan produksi ASI yang cukup untuk dikonsumsi bayi. Hal lain yang harus lebih diperhatikan juga sebenarmya makanan yang bisa menyebabkan alergi pada anak.

Baca Juga: Cegah Penularan Virus Corona ke Bayi Lewat ASI, Ini Cara Menyusui yang Aman

Ilustrasi menyusui, ASI. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi menyusui, ASI. (Sumber: Shutterstock)

Dokter Dimple menjelaskan, ibu mungkin tidak mengalami reaksi alergi usai makan sesuatu. Namun alergi bisa timbul pada bayi yang mengonsumsi ASI tersebut.

"Contoh beberapa makanan yang menyebabkan alergi pada bayi adalah produk susu sapi. Selama ibunya menyusui kalau kebanyakan makan produk susu sapi, bayi suka kembung atau diare. Terkadang suka diare yang ada darahnya. Kemudian anaknya ruam-ruam merah seluruh tubuh," paparnya.

Jika ibu sidah mengetahui berbagai makanan yang menyebabkan bayi alergi, maka harus menghindarinya selama masih dalam masa menyusui. Sebab jika dipaksakan, bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi ASI dalam tubuh.

Meski kualitas ASI terjamin baik, ibu menyusui tetap disarankan mencukupi asupan nutrisinya kuga agar produkai ASI lancar.

"Yang penting bervariasi dan bergizi. Tetapi sudah dibuktikan dari banyak sekali penelitian bahwa ibu-ibu yang gizi kurang juga memproduksi ASI yang oke," pungkasnya.

Baca Juga: Hanya Minum ASI Selama 6 Bulan Pertama Kehidupan, Benarkah Nutrisi Bayi Tercukupi?

Komentar