Bisa Jadi Filter, Mungkinkah Kelebatan Bulu Hidung Pengaruhi Infeksi Virus?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:14 WIB
Bisa Jadi Filter, Mungkinkah Kelebatan Bulu Hidung Pengaruhi Infeksi Virus?
Ilustrasi mencabut bulu hidung. (Shutterstock)

Suara.com - Bulu hidung mungkin terlihat sepele, namun sebuah pernyataan medis menyatakan bahwa bulu hidung menyaring udara yang kita hirup. Lalu bisakah bulu hidung melindungi dari virus, bakteri, dan patogen lainnya di udara?

Melansir dari India Express, bagian dalam dari sebagian besar rongga hidung normal adalah aseptik sempurna (steril). Di sisi lain, vestibulum nares (lubang hidung), vibrissae yang melapisinya, dan semua krusta yang terbentuk di sana umumnya dipenuhi bakteri. 

Kedua fakta ini tampaknya menunjukkan bahwa vibrissae dari bulu hidung bertindak sebagai filter dan bahwa sejumlah besar mikroba berhenti di rambut yang lembap.

Pada tahun 2011 kepadatan rambut hidung dipelajari secara ketat sebagai kemungkinan korelasi penyakit. Dalam sebuah penelitian terhadap 233 pasien yang diterbitkan dalam International Archives of Allergy and Immunology, tim peneliti dari Turki menemukan bahwa orang dengan bulu hidung yang lebih lebat cenderung tidak menderita asma. 

Para peneliti menghubungkan temuan ini dengan fungsi penyaringan rambut hidung. Namun meski pengamatan mereka menarik, tetapi itu adalah penelitian observasional yang tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, dan asma bukanlah infeksi virus

Para peneliti juga tidak melakukan studi lanjutan untuk menilai bagaimana memangkas bulu hidung dapat mempengaruhi risiko asma atau infeksi.


Butuh waktu hingga tahun 2015 bagi para dokter di Mayo Clinic untuk melakukan studi pertama untuk melihat efek pemangkasan bulu hidung. Para peneliti mengukur aliran udara hidung pada 30 pasien sebelum dan sesudah memotong bulu hidung mereka dan menemukan bahwa pemangkasan menyebabkan perbaikan dalam ukuran subjektif dan objektif aliran udara hidung. 

Peningkatan terbesar terjadi pada mereka yang memiliki bulu hidung paling banyak. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Rhinology and Allergy.

Sekali lagi, kesimpulan yang menarik, tetapi apakah aliran udara hidung yang lebih baik berkorelasi dengan risiko infeksi yang lebih tinggi?

“Saya dapat mengetahui apakah mereka baru saja pulang kerja dengan debu putih yang terperangkap di bulu hidung mereka. Tapi itu adalah partikel yang lebih besar yang terjebak di bulu hidung," kata Dr. David Stoddard, penulis utama studi Mayo Clinic. 

"Sementara virus jauh lebih kecil. Mereka sangat kecil sehingga mereka mungkin akan melewati hidung dengan cara apapun. Saya tidak berpikir mencukur bulu hidung seseorang akan meningkatkan risiko infeksi pernapasan,” imbuhnya. 

Berdasarkan penelitian terbatas pada bulu hidung, tidak ada bukti bahwa memangkas atau mencukur bulu hidung meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan. Begitupun dengan bulu yang lebat juga tak berpengaruh pada infeksi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mungkinkah Varian Delta Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang? Begini Pendapat Pakar

Mungkinkah Varian Delta Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang? Begini Pendapat Pakar

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 20:31 WIB

Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi Nasional Pada Juli

Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi Nasional Pada Juli

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:18 WIB

Studi Temukan Anak-Anak dengan Long Covid-19 Alami 4 Gejala Ini!

Studi Temukan Anak-Anak dengan Long Covid-19 Alami 4 Gejala Ini!

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB