PHE: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Baru di Kolombia

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 07 Agustus 2021 | 12:45 WIB
PHE: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Baru di Kolombia
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Kesehatan Masyarakat Inggris atau Public Health England (PHE) membuat peringatan dengan mengungkapkan bahwa orang yang yang sudah vaksin Covid-19 dan terinfeksi varian Delta masih berisiko menularkannya. Bahkan cenderung sama menularnya dengan mereka yang belum vaksinasi.

Hal ini menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tidak mencegah penyebaran virus corona Covid-19 varian Delta sebanyak yang diharapkan. Meski begitu, badan tersebut meminta orang-orang untuk melakukan vaksinasi yang masih menjadi cara terbaik mencegah infeksi virus tersebut.

Dr Jenny Harries, Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan, vaksinasi adalah alat terbaik untuk menjaga diri kita dan orang yang dicintai dengan aman dari infeksi parah akibat virus corona Covid-19.

"Tapi, kita juga harus ingat bahwa vaksin Covid-19 tidak menghilangkan semua risiko itu. Seseorang masih berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 dan menularkannya ke orang lain," kata Dr Jenny Harries dikutip dari The Sun.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Menurutnya, sekarang ini lebih baik berhati-hati karena kasus masih tinggi. Selain itu, ingatlah bahwa pertemuan di luar ruangan jauh lebih aman daripada di dalam ruangan.

Anda juga harus melakukan isolasi mandiri setelah terpapar orang yang positif Covid-19. Jiika Anda mengalami gejala mirip virus corona Covid-19, Anda juga harus isolasi mandiri dan melakukan tes PCR.

Secara ilmiah, varian virus corona Covid-19 yang ditemukan di Kolombia disebut B.1.621. Varian baru virus corona itu diberi label "varian dalam penyelidikan" oleh PHE.

"Ada bukti laboratorium awal yang menunjukkan bahwa vaksinasi dan infeksi sebelumnya mungkin kurang efektif dalam mencegah infeksi B.1.621," kata PHE.

Namun, data ini masih sangat terbatas dan diperlukan lebih banyak penelitian lagi. Tak ada bukti yang menunjukkan bahwa B.1.621 lebih menular daripada varian Delta.

PHE mengatakan varian tersebut memiliki mutasi yang telah terlihat pada strain baru berbahaya lainnya, termasuk dari Afrika Selatan (Beta), Kent (Alpha) dan Brasil (Gamma).

PHE mengatakan orang yang sudah vaksin Covid-19 mungkin memiliki tingkat risiko terinfeksi varian Delta yang serupa dengan orang yang belum vaksinasi.

Selain itu, varian Delta juga lebih mampu lolos dari kekebalan yang terbentuk oleh vaksin Covid-19. Penelitian menunjukkan satu dosis vaksin Covid-19 hanya 33 persen efektif melawan gejala virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Virus Dari Wuhan: Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Virus Dalam Jangka Panjang

Peneliti Virus Dari Wuhan: Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Virus Dalam Jangka Panjang

Batam | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 11:30 WIB

Peneliti Khawatir Perkembangan Varian Baru Virus Corona Tidak Mempan Divaksin

Peneliti Khawatir Perkembangan Varian Baru Virus Corona Tidak Mempan Divaksin

Batam | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 10:27 WIB

Pedagang Pasar Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Pedagang Pasar Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Foto | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB