Guru Besar FKUI Desak Pemerintah Tegas Tangani Covid-19 Untuk Tekan Angka Kematian

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:25 WIB
Guru Besar FKUI Desak Pemerintah Tegas Tangani Covid-19 Untuk Tekan Angka Kematian
Pemakaman Covid 19

Suara.com - Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Data terakhir mencatat bahwa kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 107 ribu jiwa.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1000 tenaga kesehatan meninggal karena penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

Menanggapi hal tersebut, Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Fahrial Syam menyarankan bahwa pemerintah harus mengambil langkah-langkah signifikan dari hulu sampai hilir sehingga bisa menekan angka kematian.

"Saat ini jumlah kasus baru sudah menurun, BOR untuk ruang isolasi sudah mulai nenurun, tetapi BOR ICU masih tinggi, masih banyak kasus-kasu yang memang dalam kondisi berat dan hanya tegantung pada ventilator," kata Dekan FKUI itu dalam keterangannya pada Suara.com, Selasa, (10/8/2021).

Spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterologi Hepatologi, Prof Dr. dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K) MMB, FINASIM, FACP
Spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterologi Hepatologi, Prof Dr. dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K) MMB, FINASIM, FACP

Ari Fahrial mengingatkan bahwa kejadian di bulan Juli 2021 tidak boleh berulang. Seperti diketahui, 30 persen kasus kematian pada dokter dari total dokter meninggal selama 16 bulan ini terjadi pada bulan Juli 2021.

"Kami rekan seangkatan kehilangan, Universitas kehilangan alumni-alumni terbaiknya, Indonesia kehilangan dokter-dokter terbaiknya, apakah hal ini akan terus terjadi...mustinya tidak boleh terjadi lagi," kata dia.

Ia mengatakan bahwa hal itu salah satunya jga disebabkan karena kasus yang tidak terkendali. Sehingga intalansi gawat darurat akan dipenuhi oleh pasien dan dan ini akan berdampak juga buat para tenaga kesehatan termasuk para dokter.

"Tidak boleh terulang ratusan dokter meninggal di bulan Juli 2021. Untuk pemerintah kami minta law enforcement tanpa tebang pilih untuk pelanggar protokol kesehatan," kata Ari.

Sementara, untuk masyarakat Ari berpesan bahwa untuk jangan pernah lagi berpikir Covid-19 ini konspirasi dan menuduh dokter meng-covid-19-kan pasien.

baca juga

"Penyakit ini nyata di depan mata, bantu kami untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan,' kata Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Bikin Masyarakat Kian Teralienasi: Ada yang Lebih Baik Mati hingga Coba Lukai Diri

Pandemi Bikin Masyarakat Kian Teralienasi: Ada yang Lebih Baik Mati hingga Coba Lukai Diri

News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:08 WIB

Pemkot Bogor Hentikan Vaksinasi Pelajar, Ini Alasannya

Pemkot Bogor Hentikan Vaksinasi Pelajar, Ini Alasannya

Bogor | Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:02 WIB

Limp Bizkit Batalkan Sisa Konser Gegara Pandemi Covid-19

Limp Bizkit Batalkan Sisa Konser Gegara Pandemi Covid-19

Sumut | Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:58 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×