Array

Ahli: Masalah Keuangan akibat Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental

Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:29 WIB
Ahli: Masalah Keuangan akibat Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental
Ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Suara.com - PandemiCovid-19 sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Kondisi ini cukup berdampak banyak hal pada kehidupan manusia, salah satunya masalah keuangan yang mengalami perubahan signifikan.

Masalah keuangan akibat pandemi Covid-19 ini tanpa disadari bisa berdampak pada kesehatan. Misalnya, kesehatan mental yang paling banyak dialami orang-orang selama pandemi virus corona, terutama pada orang yang kurang beruntung secara ekonomi.

Menurut studi 2020, di antara orang dewasa AS usia 18 tahun atau lebih tua, prevalensi gejala depresi 3 kali lipat lebih tinggi selama pandemi virus corona Covid-19 daripada sebelumnya.

Selain itu, pendapatan yang lebih rendah, tabungan yang menipis, dan tingkat stres yang lebih tinggi akibat pekerjaan berkaitan dengan risiko depresi 50 persen lebih tinggi selama pandemi virus corona.

Dalam hal ini, ketidakstabilan keuangan juga bisa berdampak lebih cepat pada kesehatan fisik. Setelah lebih dari 1 tahun pandemi virus corona, beberapa orang dewasa masih khawatir setiap hari tentang keuangan mereka.

Ilustrasi depresi (Pixabay).
Ilustrasi depresi (Pixabay).

Beberapa orang telah berbagi kecemasan mereka selama pandemi yang mengarah pada depresi, konsumsi alkohol berlebihan, pikiran yang gelap dan putus asa.

Brad Klontz, seorang psikolog keuangan dan salah satu pendiri Your Mental Wealth Advisors dan Financial Psychology Institute, mengatakan apa yang terjadi mendorong kami mempertimbangkan potensi efek tekanan keuangan yang lama selama pandemi Covid-19.

"Kami memiliki beberapa penelitian yang dilakukan setelah krisis keuangan (2007-2009). Pada tingkat individu, tekanan keuangan dikaitkan dengan depresi dan kecemasan dan masalah hubungan," kata Klontz, seorang profesor praktik di bidang psikologi keuangan dan keuangan perilaku di Heider College of Business di Creighton University di Nebraska dikutip dari CNN.

Setelah itu, tidak banyak penelitian tentang dampak kesehatan mental karena Klontz dan timnya belum benar-benar mendefinisikan trauma atau stres pasca-trauma sebagai masalah serius.

Baca Juga: Studi: Moderna Lebih Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta Dibanding Pfizer

"Secara anekdot, pandemi telah menyebabkan pengalaman traumatis bagi banyak orang, terutama orang yang tidak memiliki cukup banyak uang. Sehingga banyak kecemasan dan mentalitas serta pola pikir yang terpengaruh," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI