alexametrics

Jangan Asal Jahilin Anak Pakai Filter Instagram, Bisa Picu Masalah Mental

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jangan Asal Jahilin Anak Pakai Filter Instagram, Bisa Picu Masalah Mental
Filter Instaram (instagram.com/samanta.elsener)

Banyak orangtua yang menjahili anak mereka dengan filter Instagram, apa efeknya?

Suara.com - Fitur filter instagram memang muncul sangat beragam. Mulai dari bikin cantik sampai membuat wajah menjadi aneh. 

Belakangan banyak orangtua yang menggunakan filter kuda (horse morph) untuk melihat reaksi anak-anak mereka.

Reaksi anak mungkin terlihat menggemaskan dan menghibur, namun penggunaan filter ini unutuk menjahili anak Anda malah bisa timbulkan masalah kesehatan mental anak nantinya. 

Menurut Psikolog Samanta Elsener dalam akun Instagramnya menyatakan bahwa filter ini akan menyenangkan jika anak Anda sudah memahaminya. Namun banyak anak yang menangis karena takut dengan filter tersebut. 

Baca Juga: Panik Menyerang Tiba-tiba dan Tak terkendali? Simak Cara Mengatasinya!

"Parents, anak-anak tiap usia ada perkembangannya sendiri, termasuk perkembangan kognitif anak itu beda tiap usia sehingga enggak bisa disamakan," catat Elsener.

"Kalau anak yang masih batita belum bisa paham dengan konsep filter, ya bisa histeris dengan layar yang mendadak mengubah bentuk wajah orangtuanya," imbuhnya.

Saat anak-anak belum paham dengan filter, kondisi terburuknya mereka bisa mengalami trauma karena ketakutan.  

"Beberapa video yang ku lihat ada yang anaknya jadi nangis histeris karena meyakini itu benaran akhirnya efeknya jadi trauma lho bahkan ada beberapa yang DM aku menceritakan hal ini dialami oleh anaknya sendiri," imbuhnya. 

Ilustrasi Instagram. [Solen Feyissa/Unsplash]
Ilustrasi Instagram. [Solen Feyissa/Unsplash]

Melansir dari Lifestyle, menakuti anak memang tak sekadar bisa bikin nangis, namun juga pengaruhi masalah kesehatan mental. 

Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Ikan di Rumah

"Menanamkan rasa takut yang tidak semestinya pada anak-anak dapat menyebabkan luka psikologis yang merusak dalam jangka panjang," kata Dr. Bess de Guia, anggota dari Fakultas Kedokteran Universitas Santo Tomas (UST) di The Medical City (TMC).

Komentar