Update Covid-19 Global: Indonesia Sumbang Penurunan Jumlah Kasus Positif di ASEAN

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 09:09 WIB
Update Covid-19 Global: Indonesia Sumbang Penurunan Jumlah Kasus Positif di ASEAN
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada lansia sat vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Suara.com - Kasus Covid-19 di dunia telah bertambah 100 juta hanya dalam waktu setengah tahun. Padahal sebelumnya, 100 juta pertama kasus positif Covid-19 terjadi dalam rentang waktu satu tahun lebih yaitu dari Desember 2019 hingga akhir Januari 2021. 

Data pada situs Worldometers tercatat, jumlah kasus genap 200 juta pada 4 Agustus 2021 lalu. Sementara per Jumat (20/8) pukul 07.45 WIB, total kasus Covid-19 telah mencapai 210,79 juta dengan angka kematian lebih dari 4,41 juta jiwa.

Jumlah tersebut setelah terjadi penambahan dalam 24 jam terakhir, sebanyak 714.959 infeksi baru dan 10.820 kematian. 

Kecuali Amerika Serikat, setiap negara sebenarnya melaporkan kasus baru di bawah 40 ribu. Namun dalam dua hari terakhir, AS alami lonjakan kasus baru hingga di atas 150 ribu per hari. 

Sedangkan kematian harian juga masih didominasi Indonesia yang melaporkan 1.492 jiwa dan diikuti Brasil yang melaporkan 1.030 jiwa.

Dalam sepekan terakhir, beberapa wilayah memang mengalami kenaikan kasus positif. 

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, pada periode 12 sampai 19 Agustus 2021 beberapa kawasan mengalami kenaikan kasus mingguan. Di antaranya Amerika Utara (12 persen), Eropa (3 persen), dan Oceania (24 persen). 

Meski begitu, kawasan ASEAN sendiri justru alami penurunan kasus baru hingga -0,4 persen. Meski beberapa negara ASEAN masih alami lonjakan kasus, menurut Retno, Indonesia berperan dalam penurunan kasus positif mingguan di wilayah Asia Tenggara itu.

"Beberapa negara di ASEAN masih mengalami kenaikan signifikan. Seperti Brunei Darussalam mengalami kenaikan 304 persen, Filipina 41 persen, Vietnam 12 persen, dan Thailand 6 persen. Indonesia, Alhamdulillah di periode tersebut dapat kembali menekan penyebaran kasus yaitu sebesar minus 22 persen," kata Retno dalam konferensi pers daring, Kamis (19/8/2021).

Mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Retno menyampaikan bahwa saat ini memang tengah terjadi penyebaran Covid-19 dengan dua kali lebih cepat.

"WHO memperkirakan dengan tren sekarang jumlah kasus dapat mencapai 300 juta pada awal tahun depan atau bahkan bisa lebih cepat lagi," ucapnya.

Untuk mengurangi penyebaran virus corona tersebut dibutuhkan dua langkah utama yang diambil negara-negara di dunia, lanjutnya.  

Dua langkah itu berupa pembatasan mobilitas orang dan penerapan protokol kesehatan serta percepatan atau akselerasi vaksinasi.

Retno menegaskan bahwa selain untuk mengurangi kemungkinan penularan virus, vaksinasi juga dapat mengurangi kemungkinan pasien Covid-19 masuk ke rumah sakit dan risiko kematian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Kasus Harian Covid-19 Menurun Berkat PPKM Berlevel, Kemenkes Ungkap Datanya

Kabar Baik, Kasus Harian Covid-19 Menurun Berkat PPKM Berlevel, Kemenkes Ungkap Datanya

Health | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:27 WIB

Percha Leanpuri Dimakamkan Sebelum Salat Jumat, di Makam Keluarga di Gandus

Percha Leanpuri Dimakamkan Sebelum Salat Jumat, di Makam Keluarga di Gandus

Sumsel | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 06:35 WIB

Ustaz Yahya Waloni Ngamuk Soal Kabar Dirinya Meninggal, Tuding Komunis di Belakangnya

Ustaz Yahya Waloni Ngamuk Soal Kabar Dirinya Meninggal, Tuding Komunis di Belakangnya

Banten | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB