Kemenkes: Baru 3,48 Persen Industri Alat Kesehatan yang Penuhi TKDN

M. Reza Sulaiman

Senin, 30 Agustus 2021 | 17:49 WIB
Kemenkes: Baru 3,48 Persen Industri Alat Kesehatan yang Penuhi TKDN
Ilustrasi alat kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Kesehatan menyoroti masih tingginya persentase produksi alat kesehatan yang komponen dan bahan bakunnya diimpor dari luar negeri.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Ketahanan Industri Obat dan Alat Kesehatan Laksono Trisnantoro mengatakan meski ada pertumbuhan di bidang industri alat kesehatan, masih sangat sedikit yang memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kita lihat misalnya di masa COVID-19 2020, jumlah industri itu meningkat tinggi dari 303 menjadi 871. Tapi, yang mempunyai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) itu hanya 3,48 persen. Jadi masih sangat sedikit," katanya dilansir ANTARA.

Ia mengatakan pemanfaatan bahan baku dalam negeri untuk produksi alat kesehatan yang masih rendah juga terlihat pada pola transaksi di katalog elektronik yang hanya berkisar 22 persen dari total transaksi.

Ilustrasi alat kesehatan. (Shutterstock)
Ilustrasi alat kesehatan. (Shutterstock)

Menurut dia TKDN merupakan instrumen kunci untuk mengukur kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri. Namun ketentuan itu belum menjadi instrumen utama.

"Kita perlu sebuah kebijakan kunci yang jadi instrumen untuk mengukur apakah kita maju, stagnan atau mungkin mundur," katanya.

Ia mengatakan kebijakan TKDN masih terbilang baru dan terus dikembangkan di Indonesia, sehingga pemerintah masih menggunakan dua aturan, yakni pengadaan alat kesehatan dalam negeri (AKD) dan alat kesehatan luar negeri (AKL). Kondisi itu memungkinkan produsen bisa memilih pasokan bahan baku.

"Sehingga impor memang masih terus mendominasi," katanya.

Alat kesehatan dalam negeri pun, katanya, belum menjamin seluruh komponen yang tersedia berasal dari dalam negeri, sebab sebagian di antaranya masih menggunakan bahan baku impor.

baca juga

Ia mengatakan kebijakan pemerintah dalam membangun kemandirian usaha alat kesehatan selama pandemi COVID-19 masih mempunyai banyak hambatan.

"Presiden mengatakan bahwa kemandirian industri obat, vaksin dan alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan," katanya.

Ia mengidentifikasi sejumlah kendala, di antaranya regulasi TKDN dan proses pengadaan barang atau jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement) yang masih belum maksimal.

Kendala lainnya adalah insentif industri dari hulu ke hilir yang belum ada kejelasan serta kemampuan industri farmasi nasional yang masih terbatas dalam mengelola ketersediaan bahan baku.

"Bahan baku alat kesehatan itu sangat kompleks. Ada lebih dari 11 bahan baku alat kesehatan mulai dari kain, baja, sampai juga isotop nuklir ini tidak mudah mengelola bahan baku ini," katanya.

Ia juga menyoroti aktivitas uji pra dan post market untuk peralatan kesehatan yang saat ini semakin canggih.

"Ini kita juga belum mempunyai sistem yang baku untuk uji klinik. Data industri masih dipotong-potong dan juga penelitian yang belum betul-betul bagus," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Komisi IX DPR Desak Kemenkes Investigasi Kasus Yurizal dan Tegur Nakes Nirempati

Komisi IX DPR Desak Kemenkes Investigasi Kasus Yurizal dan Tegur Nakes Nirempati

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

3 Artis Turun Langsung Bantu Pemadaman Karhutla: Sherina Munaf hingga Zaskia Adya Mecca

3 Artis Turun Langsung Bantu Pemadaman Karhutla: Sherina Munaf hingga Zaskia Adya Mecca

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Calvin Verdonk Bongkar Borok Pertahanan Lille usai Dihajar Galatasaray 2-4

Calvin Verdonk Bongkar Borok Pertahanan Lille usai Dihajar Galatasaray 2-4

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kenapa Jersey Olahraga Gampang Bau Apek? Ternyata Ini Penyebab dan Trik Mencucinya

Kenapa Jersey Olahraga Gampang Bau Apek? Ternyata Ini Penyebab dan Trik Mencucinya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:10 WIB

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

Bali | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB

×