Benarkah Stres Bisa Sebabkan Rambut Beruban? Begini Penjelasan dari Ahli

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 03 September 2021 | 14:05 WIB
Benarkah Stres Bisa Sebabkan Rambut Beruban? Begini Penjelasan dari Ahli
Ilustrasi stres (Unsplash/UsmanYousaf).

Suara.com - Rambut beruban adalah kondisi yang lumrah dialami oleh lansia. Tapi, ada pula orang usia muda yang sudah mengalami rambut beruban. Kondisi ini tentu bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri seseorang.

Ternyata, rambut beruban ini bisa disebabkan oleh stres. Richard Spencer MIT, seorang Trichologist di Institute of Trichologists, menjelaskan hubungan rambut beruban dengan stres.

Richard mengatakan sebuah studi menunjukkan pengaruh sistem saraf, seperti stres, kecemasan, saraf, trauma, syok dan lainnya memicu produksi kortisol atau hormon stres.

Hormon stres ini bisa menyebabkan rambut beruban sebelum waktunya dengan mempengaruhi sel induk yang bertanggung jawab untuk produksi pigmen rambut.

"Sehingga rambut akan berubah putih atau hampir tidak berwarna atau tidak berpigmen," kata Richard Spencer dikutip dari Express.

rambut beruban. (Shutterstock)
rambut beruban. (Shutterstock)

Menurut Richard Spencer, rambut hanya terlihat abu-abu karena campuran rambut yang lebih gelap dan putih. Terkadang, rambut yang tidak berpigmen bisa mendapatkan kembali warna alaminya tetapi lebih jarang.

Richard mengatakan kondisi ini juga ada kaitannya dengan genetika. Tapi, ada pula beberapa masalah kesehatan yang bisa menyebabkan rambut beruban.

  1. Kekurangan vitamin B12
  2. Neurofibromatosis, yakni kelompok penyakit bawaan yang bisa menyebabkan tumor tumbuh sepanjang saraf dan perkembangan tulang serta kulit yang tidak normal
  3. Tuberous sclerosis, yakni kondisi bawaan yang menyebabkan tumor jinak di banyak organ
  4. Penyakit tiroid
  5. Vitiligo
  6. Alopecia areata

Menurut Harvard Health, genetikan adalah pendorong utama rambut beruban. Badan kesehatan itu menjelaskan bahwa sebagian besar rambut beruban dipengaruhi oleh gen yang diwariskan oleh orangtua.

Meskipun stres bisa berperan dalam proses rambut beruban. Tapi, faktor genetik lebih membantu memprediksi kapan terjadinya rambut beruban daripada tingkat stres seseorang.

Berdasarkan jumlah BMC Genomics, seseorang biasanya memiliki rambut beruban pada usia 35 tahun. Sedangkan, rambut beruban sebelum usia 30 tahun disebut uban prematur.

"Namun, perkembangan uban bervariasi antara populasi dengan orang Afrika dan Asia yang menunjukkan rambut berubannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan orang Eropa," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Berisiko Alami Kelelahan Virtual, Ini 5 Cara Mengatasinya

Guru Berisiko Alami Kelelahan Virtual, Ini 5 Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 10:31 WIB

Jangan Sembarangan! Ini 4 Cara Merawat Ikan Cupang yang Benar

Jangan Sembarangan! Ini 4 Cara Merawat Ikan Cupang yang Benar

Lifestyle | Jum'at, 03 September 2021 | 10:00 WIB

Anhedonia, Jenis Depresi Berat yang Diawali Hilang Minat Lakukan Apa-apa

Anhedonia, Jenis Depresi Berat yang Diawali Hilang Minat Lakukan Apa-apa

Health | Kamis, 02 September 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB