Begini Cara Sinar Ultraviolet Matahari Ganggu Kesehatan Kulit

Jum'at, 03 September 2021 | 17:34 WIB
Begini Cara Sinar Ultraviolet Matahari Ganggu Kesehatan Kulit
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Suara.com - Paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan akibat sinar matahari itu dinamakan photodamaged. 

Team Medical Regenesis dr. Farrah Erman menjelaskan, perbedaan spectrum UV pada sinar matahari sendiri bisa menyebabkan kerusakan berbeda di area kulit.

Kerusakan bisa terjadi berdasarkan panjang gelombang ultraviolet yang dibagi menjadi tiga yaitu UVA, UVB, dan UVC. 

"UVA mendominasi 95 persen masuk ke permukaan bumi dan menembus ozon, awan, juga jendela kaca. Berperan dalam menyebabkan photoaging dan resiko kanker kulit. Sedangkan UVB 5 persen dari sinar matahari yang masuk dan umumnya terserap ozon dan awan," jelas dokter Farrah dalam konferensi pers virtual ROE Education, Jumat (3/9/2021).

Kedua sinar UV itu bisa menyebabkan kulit terbakar dan gelap jika terlalu lama menyinari kulit. Oleh sebab itu diperlukan perlindungan dari tabir surya atau sunscreen untuk menghalau sinar ultraviolet.

Efek fotoprotektif sunscreen ditentukan oleh nilai SPF (sun protection factor) yang bisa memproteksi terhadap UVB juga PA (protection grade of UVA). Menurut dokter Farrah, semakin besar nilai SPF, sinar UV yang masuk dan terserap di kulit akan lebih sedikit. 

"Yang utama adalah menggunakan sunscreen dengan proteksi luas untuk UVA dan UVB, dan nilai SPF yang tinggi. Juga menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup, jangan terlalu sedikit," ujarnya.

Takaran pemakaian sunscreen yang benar sebanyak 1-2 sendok teh untuk area wajah dan leher. Juga 2-3 sendok teh untuk area tubuh. Namun untuk lebih mudah, Farrah menyarankan, menakar sunscreen dengan dua ruas jari tangan untuk setiap pemakaian di wajah dan leher.

Takaran yang sama juga berlaku untuk setiap pemakaian sunscreen di bagian tubuh lain, seperti setiap satu lengan, paha, dan betis.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Tanaman Rosemary agar Tidak Mudah Busuk atau Mati

Ia mengingatkan, sunscreen sebaiknya tidak hanya dipakai sekali dalam sehari. Tetapi harus dioleskan kembali jika aktivitas terlalu banyak berkeringat ataupun terbasuh air. 

"Reaplikasi merupakan keharusan, terutama setelah berenang, berkeringat, atau menggosok area tubuh atau wajah," ucap dokter Farrah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI