alexametrics

Studi: Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Mampu Tingkatkan Imunitas Hingga 10 Kali Lipat

Vania Rossa
Studi: Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Mampu Tingkatkan Imunitas Hingga 10 Kali Lipat
Ilustrasi dosisi ketiga vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Israel mulai memvaksin populasi mereka dengan dosis ketiga pada 1 Agustus.

Suara.com - Beberapa negara mulai memberlakukan pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 kepada warga negaranya. Hal ini didukung oleh hasil studi terbaru yang dilakukan Israel, yang menyatakan bahwa dosis ketiga ini dapat meningkatkan perlindungan imunitas sepuluh kali lipat terhadap infeksi.

Studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine itu menguji efektivitas dosis ketiga di kalangan usia 60 tahun ke atas, yang menerima dosis ketiga vaksin Covid-19 pada Agustus. Perlindungan sepuluh kali lipat itu dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima dua dosis pada setidaknya lima bulan lalu.

Dilansir dari Xinhua, studi dilakukan oleh tim peneliti multidisplin Kementerian Kesehatan Israel, yaitu Weizmann Institute of Science, Hebrew University of Jerusalem, Technion, Pusat Medis Sheba, dan Lembaga Peneliti KI.

"Data milik Israel mengindikasikan efikasi yang tinggi dari vaksin Pfizer dosis ketiga dalam mencegah infeksi dan penyakit parah Covid-19," demikian pernyataan kementerian, seperti mengutip dari Antara.

Baca Juga: Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan, Dokter: Tidak Masuk Akal!

Israel mulai memvaksin populasi mereka dengan dosis ketiga pada 1 Agustus, saat varian Delta menyebar di Israel dan keampuhan dua dosis vaksin pertama memudar. Hingga kini, hampir 3 juta orang Israel telah menerima vaksin ketiga.

Para peneliti menemukan bahwa 12 hari setelah menerima vaksin dosis ketiga, tingkat infeksi lebih rendah sepuluh kali lipat lebih di kalangan penerima vaksin dosis ketiga daripada mereka yang tidak menerima dosis penguat.

Ini menandakan bahwa jika peluang orang yang menerima vaksin kedua terinfeksi varian Delta sekitar 50 persen dibanding mereka yang tidak divaksin, maka dosis penguat menurunkan risiko hingga 5 persen atau meningkatkan imun pertahanan menjadi 95 persen, demikian kesimpulan para peneliti.

Komentar