alexametrics

Waspadai Batuk Kronis yang Berlangsung Lebih dari 8 Minggu, Apa Penyebabnya?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Waspadai Batuk Kronis yang Berlangsung Lebih dari 8 Minggu, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi batuk hingga nyeri dada. (Shutterstock)

Batuk kronis dapat menganggu keseharian.

Suara.com - Batuk termasuk ke dalam fungsi tubuh sehari-hari. Tetapi ketika batuk berlangsung dalam waktu lama dan menganggi kehidupan sehari-hari, mungkin itu adalah batuk kronis.

Batuk disebut kronis ketika berlangsung lebih dari 8 minggu (pada orang dewasa) atau empat minggu (pada anak-anak). Ini bisa basah dan menghasilkan dahak, setau kering serta menggelitik tenggorokan.

Berdasarkan Medical News Today, ada beberapa penyebab umum batuk kronis. Yakni:

1. Asma

Baca Juga: Gejala Pneumonia, Beberapa Jenis Batuk Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan!

Pada penderita asma, saluran udara bagian atas mereka sangat sensitif terhadap udara dingin, polusi atau debu, atau ketika berolahraga.

Salah satu jenis yang disebut asma varian batuk, gejala utamanya adalah batuk yang kronis.

Batuk, sakit (Pixabay/nastya_gepp)
Batuk, sakit (Pixabay/nastya_gepp)

2. Bronkitis

Bronkitis kronis seiring waktu dapat menyebabkan peradangan saluran udara, dan menyebabkan batuk kronis. Ini bisa tergolong penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang biasanya terjadi sebagai efek samping dari merokok.

3. Refluks gastroesofageal (GERD)

Baca Juga: Heboh Gorila Positif COVID-19, Mereka Pilek, Batuk dan Kehilangan Nafsu Makan

GERD terjadi ketika asam dari perut naik ke tenggorokan. Akibatnya, ini bisa menjadi iritasi kronis pada tenggorokan yang memicu batuk.

4. Infeksi berkepanjangan

Ketika seseorang telah mengalami infeksi parah, seperti pneumonia atau flu, mereka juga mungkin akan mengalami efek jangka panjangnya yakni batuk kronis.

Meski sebagian besar gejala telah hilang, saluran udara mungkin masih meradang dalam beberapa waktu.

5. Tetes postnasal

Penyakit ini juga bisa disebut sindrom batuk saluran napas atas.

Tetes postnasal merupakan hasil dari lendir yang menetes ke bagian belakang tenggorokan. Ini akan mengiritasi tenggorokan dan memicu batuk.

6. Konsumsi obat penurun tekanan darah

Batuk kronis juga bisa disebabkan konsumsi obat-obatan, termasuk obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).

Untuk mengetahuinya, obat-obatan ini umumnya diakhiri dengan -pril, seperti benazepril, captopril, dan ramipril.

Sementara itu, penyebab batuk kronis yang kurang umum adalah aspirasi, bronkiektasis, bronkiolitis, fibrosis kistik, penyakit jantung, kanker paru-paru, hingga sarkoidosis.

Komentar