Begini Cara Mengenali Pasien Stroke Alami Gangguan Menelan

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 21 September 2021 | 13:51 WIB
Begini Cara Mengenali Pasien Stroke Alami Gangguan Menelan
Ilustrasi gangguan menelan. (shutterstock)

Suara.com - Penyakit stroke bisa sebabkan kecacatan pada bagian tubuh tertentu akibat rusaknya sel saraf, terutama pada area wajah. Kondisi itu seringkali menyebabkan pasien stroke bisa alami gangguan menelan yang jarang disadari.

Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dr. Nelson Susdiyono, Sp.KFR., mengatakan bahwa gangguan menelan itu terjadi lebih dari 50 persen pasien stroke.

"Umumnya kalau derajat ringan bisa membaik dalam waktu 7 hari. Tapi ada beberapa, kurang lebih 11 sampai 13 persen, sampai lebih dari 6 bulan (alami gangguan menelan)," kata dokter Nelson dalam webinar Brain Awareness Week, Senin (20/9/2021).

Akibat gangguan menelan tersebut, kebutuhan dasar pasien stroke bisa terganggu. Seperti kebutuhan nutrisi berkurang hingga menyebabkan malnutrisi.

Dokter Nelson mengatakan, ada tanda yang bisa dilihat pada pasien stroke jika alami gangguan menelan. Dari cara bicaranya, pasien stroke dengan gangguan menelan seringkali bicaranya menjadi pelo. Kondisi itu yang paling mudah diketahui.

"Dia bisa pelo karena ada masalah di lidah jadi tidak kuat, gerakannya berkurang. Padahal fungsi dari lidah tersebut bukan hanya untuk bicara tetapi juga membantu saat makan, mengaduk makanan, menarik makanan. Sehingga ketika pergerakan lidah terganggu otomatis proses makan menelan juga jadi terganggu," paparnya.

Secara umum, organ untuk berbicara sama dengan apa yang digunakan untuk makan dan menelan. Sehingga ketika terjadi gangguan bicara, sudah pasti ada masalah pada proses menelan juga, kata dokter Nelson.

Kemudian pasien jadi lebih sering mengeluarkan air liur atau ngeces, terutama ketika makan dan minum. Kondisi itu menandakan kelemahan pada bagian bibir untuk menahan makanan juga minuman agar tidak keluar dari mulut.

Tanda lainnya, pasien jadi mengunyah sangat lama akibat kesulitan menelan.

"Yang biasanya makan mungkin enggak sampai 1 menit 2 menit, tapi jadi lama sekali menelan dengan susah payah," ucapnya.

Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah batuk saat makan atau minum. Entah batuk saat makanan masih di mulut maupun beberapa saat setelah ditelan.

"Walaupun makanan sudah tertelan lalu beberapa waktu kemudian dia batuk, karena masih ada reaksi residu atau sisa makanan disekitar pita suara. Jadi makanan yang ditelan tidak semua masuk ke kerongkongan tapi sebagian masuk ke daerah pita suara," jelas dokter Nelson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

90 Persen Penderita Jerawat Otak Baru ke RS Setelah Pecah dan Terjadi Pendarahan

90 Persen Penderita Jerawat Otak Baru ke RS Setelah Pecah dan Terjadi Pendarahan

Health | Kamis, 16 September 2021 | 13:57 WIB

Waktu Tertentu Bisa Tingkatkan Risiko Stroke, Ini Temuan Peneliti

Waktu Tertentu Bisa Tingkatkan Risiko Stroke, Ini Temuan Peneliti

Health | Rabu, 15 September 2021 | 13:35 WIB

Resmikan Neurology Cluster, Metropolitan Medical Center Makin Siap Tangani Penyakit Saraf

Resmikan Neurology Cluster, Metropolitan Medical Center Makin Siap Tangani Penyakit Saraf

Press Release | Jum'at, 10 September 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB