Angka Imunisasi Anak Masih Rendah Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Selasa, 21 September 2021 | 14:26 WIB
Angka Imunisasi Anak Masih Rendah Selama Pandemi Covid-19
ilustrasi imunisasi

Suara.com - Saat ini Indonesia menempati peringkat keenam dunia berdasarkan jumlah orang yang telah divaksinasi. Hal ini tentu menjadi kabar menyejukkan bagi masyarakat khususnya enaga kesehatan.

Namun, sejak pandemi melanda dan vaksinasi Covid-19 gencar dilakukan, ada hal lain yang ternyata luput dari perhatian, yakni imunisasi dan vaksinasi untuk kelompok anak.

Terungkap, dari hasil penelitian cepat yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan UNICEF pada April 2020 menunjukkan bahwa 84 persen layanan imunisasi mengalami kendala di level Puskesmas dan Posyandu.

Salah satu penyebabnya adalah hambatan akses ke pelayanan kesehatan dan menurunnya permintaan imunisasi karena masyarakat khawatir pada penularan Covid-19.

Data dari Surveilans di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menunjukkan pada bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020, cakupan imunisasi campak hanya mencapai 45 persen, Difteri Tetanus (DT) 40 persen, dan Tetanus Difteri (TD) 40 persen.

Menjawab hambatan ini, aplikasi layanan telemedicine ProSehat berkomitmen mengedukasi orangtua untuk melakukan imunisasi dan vaksinasi anak sesegera mungkin, dengan menyediakan Layanan Imunisasi ke Rumah Bersama ProSehat.

"Sejak pandemi melanda dan vaksinasi Covid-19 gencar dilakukan, ada hal lain yang juga krusial namun terlupakan yakni imunisasi dan vaksinasi anak," kata Founder ProSehat dr. Bimantoro dalam siaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.

Padahal hal ini juga sama pentingnya, terlebih saat ini telah dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sebagian wilayah Indonesia, sementara vaksin baru bisa dilakukan bagi anak di bawah usia 12 tahun.

Ia pun mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah dan imunisasi untuk anak mulai dari bayi hingga usia sekolah.

baca juga

"Imunisasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan melakukan imunisasi anak di rumah, masyarakat dapat meminimalisir resiko paparan terhadap virus Covid-19," paparnya.

Ia menjelaskan jarak waktu imunisasi dengan vaksinasi Covid-19 adalah 1 bulan. Bagi anak berusia di bawah 12 tahun, dibutuhkan rangkaian imunisasi dan vaksin yang bisa membantu ketahanan tubuhnya.

Selain ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi, jadwal vaksinasi juga fleksibel, bebas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya, dan proses pembayaran yang dapat dicicil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Pandemi RI: Makin Banyak Anak Putus Sekolah, Korban KDRT hingga Hamil di Luar Nikah

Efek Pandemi RI: Makin Banyak Anak Putus Sekolah, Korban KDRT hingga Hamil di Luar Nikah

News | Selasa, 21 September 2021 | 11:33 WIB

Info Jadwal dan Lokasi Vaksin Dosis Pertama di Malang Raya, Catat Syaratnya

Info Jadwal dan Lokasi Vaksin Dosis Pertama di Malang Raya, Catat Syaratnya

Malang | Selasa, 21 September 2021 | 11:31 WIB

Polisi Ajak Masyarakat untuk Kolaborasi Lawan Kejahatan Terkait Penanganan COVID-19

Polisi Ajak Masyarakat untuk Kolaborasi Lawan Kejahatan Terkait Penanganan COVID-19

Jabar | Selasa, 21 September 2021 | 11:04 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×