CDC AS Temukan 4 Kasus Infeksi Melioidosis, 2 di Antaranya Berujung Kematian

Selasa, 21 September 2021 | 16:30 WIB
CDC AS Temukan 4 Kasus Infeksi Melioidosis, 2 di Antaranya Berujung Kematian
Ilustrasi bakteri (Shutterstock)

Suara.com - Sejak Maret hingga Juli 2021 ini Amerika Serikat mencatat adanya empat kasus infeksi melioidosis yang tersebar di empat negara bagian. Dua kasus di antaranya menyebabkan kematian hingga memicu perhatian nasional.

Livescience melansir melioidosis adalah infeksi bakteri Burkholderia pseudomallei. Jenis bakteri yang hidup di tanah dan air di daerah tropis serta sub tropis.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari borok kulit hingga abses pada banyak organ. Bahkan, ada yang dapat menyebabkan pneumonia.

Namun, beberapa kasus tidak menunjukkan gejala, sehingga orang yang terinfeksi bisa saja tidak menyadari bahwa mereka telah terkena bakteri.

Seseorang dapat terinfeksi ketika melakukan kontak langsung dengan bakteri B. pseudomallei. Ada juga kemungkinan tertular dengan menghirupnya.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan kemungkinan cara penularannya dengan:

  • Menghirup tetesan air yang terkontaminasi atau serpihan debu
  • Menelan tetesan air yang terkontaminasi
  • Makan makanan yang ditanam di tanah yang terkontaminasi
  • Kontak dengan luka terbuka di kulit

Penularan juga dapat terjadi antar orang melalui kontak darah atau cairan tubuh, tetapi ini jarang terjadi.

Jurnal Nature Microbiology mencatat terdapat 165 ribu kasus melioidosis setiap tahunnya. Sebagian besar kasus tersebut terjadi di Asia Tenggara serta Australia bagian utara.

Sebaliknya, di Amerika Serikat kasus ini sangat jarang terjadi. Empat kasus melioidosis ini pun masih menjadi misteri. CDC hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait asal usul infeksi dan metode penularannya.

Baca Juga: Mengenal Chancroid, Penyakit Kelamin yang Disebabkan Bakteri Haemophilus Ducreyi

Penderita melioidosis biasanya akan diberi antibiotik secara intravena selama dua minggu untuk mengobati melioidosis. Apabila pasien masih memerlukan pengobatan tambahan, dokter akan memberikan antiobiotik lagi selama empat hingga enam minggu.

CDC merekomendasikan tiga sampai enam bulan terapi antimikroba oral setelahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI