alexametrics

Pasien Epilepsi Kejang di Tengah Jalan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Anda Lakukan

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Pasien Epilepsi Kejang di Tengah Jalan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Anda Lakukan
ilustrasi pertolongan pertama pasien epilepsi. (Shutterstock)

Pasien epilepsi yang kambuh dan kejang di tempat umum bisa membahayakan dirinya sendiri.

Suara.com - Pasien epilepsi yang kambuh dan kejang di tempat umum bisa membahayakan dirinya sendiri. Untuk itu, masyarakat umum perlu mengetahui bagaimana memberikan pertolongan pertama epilepsi.

Dokter spesialis saraf dr. Irawati Hawari, Sp. S., menekankan siapa pun yang berada di dekat pengidap epilepsi dengan gejala kejang, sangat disarankan jangan sampai bersikap panik hingga melakukan hal yang keliru.

Tindakan umum namun keliru yang masih sering dilakukan masyarakat saat memberikan pertolongan pertama pada pasien epilepsi yang kejang ialah memasukan sendok ke dalam mulut pasien.

"Pertolongan pertama pada pasien epilepsi kalau terjadi kejang rata-rata memasukkan sendok ke mulut, ini jangan dilakukan. Jadi kalau memang di sekitar ada yang kejang, jangan masukkan apapun ke dalam mulut tapi lindungi kepala dari benda yang berbahaya, yang keras. Kita bisa beri alas kepalanya," kata dokter Irawati dalam webinar Brain Awareness Week, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Stigma Negatif Bisa Berdampak Buruk dalam Pengobatan Pasien Epilepsi

Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)
Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)

Kemudian, tak perlu berusaha menahan gerakan orang yang sedang kejang karena epilepsi. Jangan meluruskan tubuh maupun kaki yang menekuk selama kejang.

Terpenting, menurut dokter Irawati, pendamping harus menghitung lama kejang terjadi. Juga apakah terjadi pengulangan dalam satu waktu tanpa pasien sempat sadar penuh.

Menurutnya, biasanya kejang hanya berlangsung beberapa detik atau paling lama 1-2 menit. Namun, pasien tidak akan langsung sadar penuh meski kejang sudah berhenti.

"Setelah kejang biasanya bingung, ditanya juga masih belum nyambung. Itu kita biarkan saja, kita temani sampai dia sadar penuh. Sebelum sadar penuh juga jangan kita memberikan minuman atau makanan apa pun sampai dia benar-benar sadar," jelasnya.

Jika kejang hanya sebentar dan tidak ada berulang, maka tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Namun, apabila berulang dalam satu waktu, sebelum pasien sempat sadar penuh setelah kejang awal, disarankan dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Jangan Asal Mengobati! Begini Pertolongan Pertama Bila Kuku Anak Terluka

"Kalau misalnya pagi dia kejang, terus sembuh. Tapi kemudian sore dia kejang lagi, itu juga tidak perlu langsung dibawa ke rumah sakit. Baru dibawa ke rumah sakit kalau kejangnya berulang tanpa adanya sadar penuh atau kejangnya terlalu lama," pungkasnya.

Komentar