Hari Jantung Sedunia: Penggunaan Telemedicine Permudah Pengobatan Pasien Kardiovaskuler

Rabu, 29 September 2021 | 10:46 WIB
Hari Jantung Sedunia: Penggunaan Telemedicine Permudah Pengobatan Pasien Kardiovaskuler
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Hari jantung sedunia selalu diperingati setiap 29 September. Dalam perayaan tahun ini, Hari jantung sedunia mengusung tema 'Gunakan Hati untuk Terhubung'. Tajuk tersebut dikaitkan dengan penggunaan telemedicine yang meningkat sejak terjadi pandemi Covid-19.

Kondisi pandemi Covid-19 disebut telah mempercepat penyerapan kesehatan digital, sehingga menciptakan peluang untuk memperkuat respons terhadap penyakit kardiovaskuler (CVD). 

Studi yang diterbitkan di Lancet dituliskan bahwa penyakit CVD telah merenggut sekitar 18,6 juta jiwa setiap tahun.

Serangan Jantung (Envato)
Serangan Jantung (Envato)

Oleh sebab itu, dengan meningkatnya akses internet, melalui perangkat telemedicine dan kecerdasan buatan (AI), kemajuan dalam kesehatan digital membantu tingkatkan akses dan mencapai kesetaraan yang lebih besar dalam perawatan kesehatan otang yang hidup dengan CVD.

"Meskipun transformasi digital ini bukan 'perawatan ajaib' setidaknya dapat meningkatkan akses ke perawatan untuk populasi yang kurang terlayani dan dengan mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang kelebihan beban," kata salah satu penulis jurnal dari Fakultas Kedokter Universitas Lisbon, Portugal, Fausto Pinto, dikutip dari Lancet.

Uji coba di Inggris terhadap alat kesehatan digital juga dilakukan dalam perawatan pasien pengelolaan hipertensi. Hasilnya, teknologi dapat menjadi fasilitas pemantauan tekanan darah untuk mengingatkan maupun edukasi pasien. 

Studi menunjukkan bahwa hasil pengobatan lewat telemedicine  berguna bagi pasien dalam mengontrol tekanan darah sistolik yang lebih baik setelah 1 tahun dibandingkan perawatan biasa.

Potensi manajemen CVD jarak jauh lewat telemedicine juga telah disorot selama pandemi Covid-19, ketika konsultasi medis tatap muka tidak memungkinkan di banyak tempat. 

Hasil uji coba kesehatan digital di rumah sakit komunitas dengan jumlah dokter terbatas di pedesaan Kenya menjadi indikator target yang dapat dicapai. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter dan spesialis secara virtual tentang kesehatan mereka, termasuk kontrol tekanan darahnya. 

Baca Juga: USU Hadirkan Telemedicine Covid-19

Penelitian di Kenya itu menunjukkan bahwa telemedicine efektif dalam meningkatkan kontrol tekanan darah sistolik dan memberi pasien akses ke pengobatan yang berkualitas dan terjangkau.

Namun, diakui Fausto, pelaksanaan telemedicine juga masih ada tantangannya. Yakni, terkait infrastruktur jaringan internet terutama di daerah terpencil dan negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Ada sekitar 3,7 miliar orang, sebagian besar di negara berpenghasilan rendah, yang masih jalani perawatan offline. Di mana pun itu terjadi, sangat penting bahwa kemajuan dalam kesehatan digital tidak memperburuk ketidaksetaraan dalam perawatan kesehatan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI