Studi Inggris: Gejala Ringan Covid-19 Juga Berdampak Panjang pada Kondisi Otak

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 30 September 2021 | 08:50 WIB
Studi Inggris: Gejala Ringan Covid-19 Juga Berdampak Panjang pada Kondisi Otak
Ilustrasi otak (Elements Envato)

Suara.com - Terinfeksi Covid-19 meski hanya gejala, ringan juga dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada kondisi otak, demikian menurut hasil penelitian dari Universitas Oxford Inggris dan Imperial College of London.

Agustus lalu, para peneliti menuliskan hasil penelitian mereka bahwa pencitraan otak dari Biobank Inggris, termasuk data lebih dari 40.000 orang di Inggris sejak 2014, menunjukkan perbedaan ketebalan materi abu-abu di antara mereka yang telah terinfeksi Covid-19 dan tidak.

Ilmuwan tersebut telah mengidentifikasi masing-masing 68 dan 67 efek longitudinal signifikan yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2 di otak.

Pada kelompok penyintas Covid-19, jaringan materi abu-abu berkurang di lobus frontal dan temporal. Sementara pada populasi umum, perubahan volume materi abu-abu lebih besar dari normal.

Hasil pemindaian otak penyintas Covid-19 dengan gejala parah sama dengan mereka yang mengalami infeksi ringan, yakni pengurangan nyata dari ketebalan materi abu-abu.

Selain itu, peserta yang terinfeksi SARS-CoV-2 juga menunjukkan penurunan kognitif yang lebih besar selama pengujian dan lebih lambat dalam memproses informasi dibandingkan dengan mereka yang tidak tertular virus.

Para peneliti mencocokkan kelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, tanggal tes awal, dan lokasi studi, di samping faktor risiko umum lainnya untuk penyakit.

Namun para ilmuwan menyadari bahwa penelitian itu belum ditinjau oleh rekan sejawat dan tidak boleh digunakan sebagai indikator praktik klinis, katanya dikutip dari Fox News.

Meskipun terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang dampak jangka panjang dari perubahan terkait virus corona, temuan itu dinilai telah menimbulkan kekhawatiran mengenai pengaruhnya terhadap perubahan biologis, termasuk penuaan.

Dalam sebuah studi baru-baru ini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) ditemukan bahwa orang dewasa yang terinfeksi Covid-19 dapat memiliki masalah kesehatan jangka panjang lainnya seperti kelelahan, kehilangan penciuman atau rasa, dan sesak napas.

Gejalanya bisa berlangsung sebulan atau lebih. CDC juga memperingatkan adanya disfungsi kognitif dalam bentuk pelupa, kehilangan memori atau kabut otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Asal, Dokter Ingatkan Pentingnya Kebutuhan Logistik Saat Isoman

Jangan Asal, Dokter Ingatkan Pentingnya Kebutuhan Logistik Saat Isoman

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Jubir Penanganan COVID-19: Semua Pasien Gejala Ringan Isoman di Isolasi Terpusat

Jubir Penanganan COVID-19: Semua Pasien Gejala Ringan Isoman di Isolasi Terpusat

Jakarta | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Sempat Alami Badai Sitokin, Ini Saran Dokter Paru untuk Deddy Corbuzier

Sempat Alami Badai Sitokin, Ini Saran Dokter Paru untuk Deddy Corbuzier

Health | Senin, 23 Agustus 2021 | 11:12 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB