facebook

5 Fakta Menarik Vaskin Zifivax yang Baru Disahkan BPOM

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
5 Fakta Menarik Vaskin Zifivax yang Baru Disahkan BPOM
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Dalam penerbitan izin, BPOM bekerjasama dengan Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan ITAGI.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA untuk vaksin Zifivax. Vaksin Zifivax jadi vaksin Covid-19 ke-10 yang digunakan di Indonesia dan diizinkan oleh BPOM RI.

Dalam penerbitan izin, BPOM bekerjasama dengan Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan ITAGI.

"Dengan diterbitkannya EUA untuk Vaksin Zifivax ini, maka hingga saat ini BPOM telah memberikan persetujuan untuk 10 jenis vaksin Covid-19. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 dan ITAGI atas kerja samanya yang memungkinkan vaksin ini segera rilis ke masyarakat,” ujar Kepala BPOM RI, Penny K Lukito saat konferensi pers, Kamis (7/10/2021).

Buat lebih jelas, simak yuk fakta menarik vaksin Zifivax yang berhasil dirangkum suara.com sebagai berikut.

Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Peringkat Ke-5 Dunia Vaksinasi Covid-19 Terbanyak

1. Buatan perusahaan asal Beijing, China

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Vaksin Zifivax adalah vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi  Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical yang berpusat di Beijing, China menggunakan platform rekombinan protein subunit.

Sedangkan untuk distribusi dan pengembangannya di Indonesia, bekerjasama Anhui Zhifei dengan perusahaan swasta nasional PT Jakarta Biopharmaceutical Industry atau PT JBio.

Rekombinan protein subunit adalah teknologi protein yang membuat sel berkembangbiak mengembangkan antibodi untuk melawan virus tertentu.

Vaksin ini juga menjalani uji klinis fase 3 di berbagai negara seperti Indonesia, China, Uzbekistan, Ekuador, dan Pakistan, dengan total subjek penelitian mencapai 28.500 orang.

Baca Juga: 70 Ribu Lebih Warga di Pekanbaru Menunggu Suntik Vaksin Dosis Kedua

2. Punya efikasi di atas 80 persen

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar