Hits: Peneliti Jepang Temukan Virus Yezo Hingga Penderita Diabetes Alami Gula Darah Rendah

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Oktober 2021 | 20:52 WIB
Hits: Peneliti Jepang Temukan Virus Yezo Hingga Penderita Diabetes Alami Gula Darah Rendah
Ilustrasi peneliti Jepang. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19 peneliti Jepang temukan virus baru. Virus itu dikenal dengan nama virus Yezo akibat gigitan kuku.

Sementara itu, pengidap diabetes kerap mengalami gula darah rendah. Baru-baru ini dokter mengungkap alasan mengapa penderita diabetes mengalami hal tersebut. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Peneliti Jepang Temukan Virus Yezo akibat Gigitan Kutu, Gejalanya Demam dan Nyeri

Ilustrasi kutu penyebab tick borne virus. (Shutterstock)
Ilustrasi kutu penyebab tick borne virus. (Shutterstock)

Para ilmuwan di Jepang baru-baru ini kembali menemukan virus yang ditularkan melalui gigitan kutu, yakni virus Yezo. Virus ini diketahui dapat memicu demam dan penurunan trombosit darah serta sel darah putih .

"Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak 2014, tetapi, sejauh ini, tidak ada kematian yang dikonfirmasi," kata Keita Matsuno, ahli virologi di Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis Universitas Hokkaido, dikutip dari WebMD.

Baca selengkapnya

2. Dokter Ungkap Alasan Pengidap Diabetes Rentan Alami Gula Darah Rendah

Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)
Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)

Penyakit diabetes ditandai dengan kenaikan gula darah yang sangat tinggi dan berpotensi merusak organ tubuh lainnya.

Namun dokter mengatakan, pasien diabetes juga rentan mengalami hipoglikemia, yakni saat tubuh kekurangan glukosa alias gula darah rendah. Kok bisa?

baca juga

Baca selengkapnya

3. Terinfeksi Covid-19 dan Belum Divaksinasi, Ibu Hamil Ini Melahirkan dalam Kondisi Koma

Ilustrasi Hamil (Pexels/MART PRODUCTION)
Ilustrasi Hamil (Pexels/MART PRODUCTION)

Seorang perempuan 23 tahun asal Lincolnshire, Inggris, melahirkan dalam kondisi koma setelah terinfeksi Covid-19. Perempuan bernama Kelsie Routs itu hamil 28 minggu, dan belum mendapat vaksinasi Covid-19.

Pada tanggal 8 Agustus lalu, ia dibawa ke rumah sakit karena terinfeksi Covid-19.

Baca selengkapnya

4. Mengenal Hipoglikemia, Kondisi yang Sempat Bikin Dorce Gamalama Drop

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Kostum Dinosaurus, Aktivis di Jepang Desak Orang Jadi Vegan

Pakai Kostum Dinosaurus, Aktivis di Jepang Desak Orang Jadi Vegan

Foto | Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Kasus Covid-19 Jepang Capai Titik Terendah, Para Ahli Justru Khawatir

Kasus Covid-19 Jepang Capai Titik Terendah, Para Ahli Justru Khawatir

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:19 WIB

Sejarah Bandara Ngurah Rai Bali, Dibangun di Tengah Kuburan yang Sempat Dibom Jepang

Sejarah Bandara Ngurah Rai Bali, Dibangun di Tengah Kuburan yang Sempat Dibom Jepang

Bali | Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:40 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×