Belajar dari Selandia Baru, Epidemiolog Ingatkan Bahaya Karantina Kurang dari Tujuh Hari

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:28 WIB
Belajar dari Selandia Baru, Epidemiolog Ingatkan Bahaya Karantina Kurang dari Tujuh Hari
Ilustrasi karantina (Shutterstock)

Suara.com - Seiring dengan dibukanya kembali pariwisata Bali dan Kepulauan Riau bagi turis mancanegara, pemerintah juga ikut mengubah aturan terkait karantina kedatangan.

Disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa masa karantina bagi orang yang baru datang dari luar negeri berkurang jadi lima hari dari sebelumnya tujuh hari.

Menurut Luhut, waktu lima hari karantina sudah cukup untuk mengurangi risiko penularan virus corona penyebab sakit Covid-19. 

"Kami hitung masa inkubasi itu 4,8 hari. Jadi maksimum itu sudah turun di bawah empat persen kemungkinan penularannya," kata Luhut saat konferensi pers virtual, Senin (11/10) lalu.

Namun kebijakan tersebut justru menimbulkan kekhawatirkan adanya kemungkinan penularan yang 'bocor' akibat waktu karantina yang berkurang. 

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut, salah satu faktor penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 di Selandia Baru terjadi akibat masa karantina kurang dari tujuh hari.

"Potensi bocornya besar, dalam salah satu studi bahkan 25 persen salah satunya yang membuat New Zealand (Selandia Baru) kebobolan karena masa karantina kurang dari tujuh hari, rata-rata di lima hari," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Rabu (13/10/2021).

Ia menambahkan, berdasarkan data riset mengenai karantina, termasuk di negara perbatasan, masa karantina memang direkomendasikan minimal tujuh hari untuk orang yang sudah divaksinasi dua dosis dengan dua kali tes Covid-19.

Meski tes PCR kedua paling cepat memang bisa dilakukan pada hari kelima karantina, namun turis tetap masih perlu menunggu hasil tes negatif Covid-19 keluar.

baca juga

Menurut Dicky, sulit mendapatkan hasil tes Covid-19 dengan cepat. Oleh sebab itu kebanyakan negara juga masih memberlakukan masa karantina minimal tujuh hari bagi orang yang baru datang dari luar negeri.

"Umumnya hasil tes itu butuh waktu dan itulah sebabnya, umumnya disebutkan hari ketujuh setelah menerima hasil negatif dari tes yang dilakukan pada hari kelima atau selanjutnya. New Zealand, Australia, CDC Amerika seperti itu standarnya," ucap Dicky.

Selain memperhitungkan kecepatan testing, pemerintah juga sebaiknya mempertimbangkan kemampuan dari fasilitas kesehatan, respon intervensi dalam negeri yang masih belum kuat, juga capaian vaksinasi di Indonesia yang belum sampai 50 persen populasi target.

"Ini bukan hanya masalah pintu masuk,bisa sebetulnya hanya 5 hari tapi juga harus melihat pada reassement yang mempertimbangkan kontak dalam negeri," ujarnya.

"Kalau saya tetap ada tujuh hari yang menjadi. Solusinya menentukan tempat yang bisa membuat orang itu nyaman (karantina) yang bisa diatur," pungkas Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TERBARU Info Vaksin Surabaya Hari ini 13 Oktober dengan Sinovac, Bawa KTP

TERBARU Info Vaksin Surabaya Hari ini 13 Oktober dengan Sinovac, Bawa KTP

Jatim | Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:25 WIB

Tegas! WNA Masuk ke Indonesia Wajib dalam Keadaan Sehat dan Taat Aturan

Tegas! WNA Masuk ke Indonesia Wajib dalam Keadaan Sehat dan Taat Aturan

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:06 WIB

PON XX Lancar, Bukti Indonesia Mampu Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Kegiatan Besar

PON XX Lancar, Bukti Indonesia Mampu Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Kegiatan Besar

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:59 WIB

Terkini

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:21 WIB

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi

Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan

Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×