Pasien Covid-19 Sedang juga Berisiko Alami Penggumpalan Darah, Peneliti Temukan Obatnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:59 WIB
Pasien Covid-19 Sedang juga Berisiko Alami Penggumpalan Darah, Peneliti Temukan Obatnya
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Salah satu komplikasi Covid-19 parah adalah penggumpalan darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan kerusakan organ. Tetapi, kondisi ini juga dapat terjadi pada pasien dengan infeksi virus corona sedang.

Medical Xpress melaporkan pasien dengan Covid-19 sedang yang mengalami peningkatan kadar protein dalam darah, atau d-dimer, berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah.

Profesor Alex Spyropoulos dari Institut Penelitian Medis Feinstein Manhasset, New York, menemukan bahwa mengobati pasien tersebut dengan pengencer darah dosis tinggi, yang disebut heparin berat molekul rendah (LMWH), dapat mengurangi risiko penggumpalan darah serta kematian.

"Obat ini sudah tersedia di seluruh dunia dan merupakan cara yang hemat biaya untuk mencegah penggumpalan darah dan menyelamatkan nyawa," ujar peneliti.

Penelitian ini dilakukan karena Spyropoulos ingin para ahli sadar bahwa potensi penggumpalan darah tidak hanya terjadi pada pasien Covid-19 parah.

Ilustrasi pembekuan darah [Foto: Antara]
Ilustrasi penggumpalan darah [Foto: Antara]

"Hanya karena pasien menderita gejala Covid-19 sedang, bukan berarti mereka berisiko rendah mengalami penggumpalan darah," sambung mereka.

Karenanya, Spyropoulos dan rekannya melakukan studi klinis berjudul uji coba HEP-COVID, yang terbit di JAMA Internal Medicine.

Dalam studinya ini, Spyropoulos menemukan bahwa pengobatan heparin berat molekul rendah tidak memperlihatkan hasil pada pasien sakit kritis yang membutuhkan perawatan ICU.

"Mereka terlalu parah dalam keadaan hiperinflamasi/badai sitokin/koagulopati untuk menunjukkan efek pengobatan hanya dengan meningkatkan dosis heparin," jelas Spyropoulos.

Baca Juga: Bukan Vaksinnya, Infeksi Covid-19 Parah yang Justru Berpotensi Bikin Mandul

Menurut Spyropoulos, studinya ini menyajikan data menarik.

"Bahwa kita harus menggunakan dosis terapi heparin untuk mencegah penggumpalan pada pasien rawat inap berisiko tinggi mengalami peningkatan d-dimer. Ini adalah perubahan besar," tandas Spyropoulos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI