Pandemi, Bisakah Terapi Anak Autis Dilakukan di Rumah?

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Pandemi, Bisakah Terapi Anak Autis Dilakukan di Rumah?
Ilustrasi anak autis. (Unsplash)

Suara.com - Pandemi membuat banyak orangtua sulit untuk mendapatkan terapi bagi anak Autism spectrum disorder (ASD). Padahal, menurut Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna SpKJ (K), tata laksana, seperti terapi dan edukasi yang rutin dan sejak awal dilakukan dapat berpengaruh positif pada pasien ASD. 

ASD sendiri merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang menghambat keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang. Kondisi ini banyak terjadi sejak lahir yang berpengaruh pada tumbuh kembang secara keseluruhan.

Untuk itu, kata Prof. Tjhin, jika orangtua khawatir dengan risiko penularan virus, maka terapi bisa dilakukan di rumah, sesuai dari pengawasan terapis. Di mana, orangtua, atau anggota keluarga lain bisa turut menstimulasi anak mereka sesuai arahan dari terapis. 

Ilustrasi anak autis. [shutterstock]
Ilustrasi anak autis. [shutterstock]

"Bentuk stimulasinya tergantung pada kekurangan anak, misalnya eye contactnya kurang, kita bisa memanggil anak. "Abel lihat, Abel lihat. Ambil segitiga, ambil kotak warna merah. Kalau dia belum bisa, kita pegang tangannya, kita minta dia ambil," jelas dia dalam webinar di acara RADIATE, kampanye untuk menyebarluaskan wawasan dan kepedulian terhadap penyandang ASD, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut, Prof. Tjhin mengatakan jika ASD adalah gangguan yang menunjukkan manifestasi klinis yang berbeda pada tiap orang. Namun, ada tiga gangguan yang umumnya terjadi pada pasien ASD. Beberapa gangguan tersebut, seperti gangguan interaksi, komunikasi, dan perilaku. 

ASD sendiri terbagi menjadi beberapa level, yaitu minor, sedang, dan berat. Sehingga tata laksana, seperti terapi yang dibutuhkan satu sama lain juga berbeda. 

"Tidak hanya itu, obat-obatan pun dapat diberikan pada pasien ASD yang memiliki perilaku maladaptif. Oleh karena itu, diagnosis sejak awal perlu dilakukan. Tidak harus menunggu usia remaja, gejala autisme sudah dapat dideteksi sejak bayi atau usia dini," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Remaja Autis di Kamboja Ditahan karena Dituduh Hina Pemerintah Lewat Medsos

Remaja Autis di Kamboja Ditahan karena Dituduh Hina Pemerintah Lewat Medsos

News | Selasa, 21 September 2021 | 15:34 WIB

Haru! Hidup Seorang Anak Autis di Meksiko Berubah Berkat BTS

Haru! Hidup Seorang Anak Autis di Meksiko Berubah Berkat BTS

Your Say | Minggu, 12 September 2021 | 09:16 WIB

Dokter Zaidul Akbar Bagikan 5 Kiat Menjaga Kesehatan Anak dengan Autisme

Dokter Zaidul Akbar Bagikan 5 Kiat Menjaga Kesehatan Anak dengan Autisme

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 07:05 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×