alexametrics

Dear Parents! Ini Tips Agar Kesehatan Mental Anak Terjaga Selama Masa Pandemi

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Dear Parents! Ini Tips Agar Kesehatan Mental Anak Terjaga Selama Masa Pandemi
Ilustrasi Anak Bersama Orangtuanya. (Pixabay)

Sebelum menjaga kesehatan fisik anak, orangtua perlu menjaga kesehatan mentalnya dulu.

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah tidak hanya berdampak pada kesehatan secara fisik, tapi juga mental. Bahkan, bukan hanya orang dewasa yang terpengaruh, kelompok anak juga rentan. 

Terlebih mereka juga harus tetap bersekolah di tengah situasi yang tidak menentu.  Agar mental anak tetap terjaga selama pandemi, Psikolog sekaligus Pemerhati Anak Seto Mulyadi memberikan dua tips dalam acara Adaptasi Anak Demi Sukses Pendidikan Tatap Muka, Selasa (26/10/2021).

Sebelum menjaga kesehatan fisik anak, orangtua perlu menjaga kesehatan mentalnya dulu.

“Yang paling penting itu orangtua harus menjaga kesehatan fisik dan juga mental. Kadang orang sering lupa untuk menjaga kesehatan mental,” ungkap Kak Seto.

Baca Juga: Tertunda karena Pandemi, Mobil dan Motor Tak Lulus Uji Emisi di DKI Bakal Ditilang

Seto Mulyadi alias Kak Seto [dokumentasi LPAI]
Seto Mulyadi alias Kak Seto [dokumentasi LPAI]

Sebelum menjaga kesehatan mental anak, Kak Seto melanjutkan dengan menjaga kesehatan mental orangtua, ini dapat membuat orangtua tegar, tahan banting, serta tidak mudah terbawa perasaan.

“Kemudian bisa menjalani berbagai kegiatan yang teratur, menjaga waktu istirahat sehingga tidak mudah panik dan lelah, serta tidak menimbulkan emosi yang negatif,” ungkapnya.

Selain itu, Kak Seto melanjutkan orangtua juga perlu meningkatkan ibadah, berdoa, serta melakukan praktik bersyukur. Dengan begitu, orangtua akan tetap terjaga kesehatan mentalnya selama pandemi Covid-19, sehingga ini akan berdampak pada anak selama di rumah.

Hentikan kekerasan anak di rumah dan bangun diskusi

Tips selanjutnya, Kak Seto mengatakan bila ingin menjaga kesehatan mental anak, perlu hentikan kekerasan anak di rumah. Jika tidak dilakukan, ini akan berdampak bagi mental anak. Salah satunya trauma akan kekerasan.

Baca Juga: Tes PCR Bakal Diterapkan di Semua Moda Transportasi, DPR: Jarak Pendek Tidak Perlu

“Banyak laporan di masa pandemi atas nama kurikulum dan sebagainya, anak justru ditekan oleh orangtua nya. Jadi dalam hal ini, orangtua perlu mengembangkan kebiasaan diskusi atau ngobrol bareng,” ungkap Kak Seto.

Komentar