Cegah Anak Lahir Kerdil, Edukasi Stunting Juga Perlu Diberikan Pada Mahasiswa

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:02 WIB
Cegah Anak Lahir Kerdil, Edukasi Stunting Juga Perlu Diberikan Pada Mahasiswa
mahasiswa perguruan tinggi. (Shutterstock)

Suara.com - Pencegahan anak lahir kerdil alias stunting lewat edukasi perlu dilakukan sejak sebelum menikah, bahkan sejak masa kuliah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyarankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) supaya menyentuh para mahasiswa terlebih dahulu untuk dapat mencegah stunting (kekerdilan) pada anak.

“Dalam kerja sama ini maka yang pertama harus disentuh adalah bukan mereka penduduk atau masyarakat yang sudah berpasangan, tetapi para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di perguruan tinggi yang nanti pada akhirnya, juga menuju ke arah jenjang pernikahan itu,” kata Muhadjir dikutip dari ANTARA.

Muhadjir menjelaskan, langkah tersebut perlu diambil karena banyak sekali kasus terkait stunting dimulai dari ketidakpahaman pasangan usia subur (PUS) yang belum cukup memahami pentingnya menjalani hidup dengan sehat.

Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

Ia mengatakan, banyak remaja khususnya pada remaja putri melakukan diet yang berlebihan dan tidak rasional.

Diet berlebihan yang dilakukan tersebut, kemudian memberikan gangguan pada perkembangan janin di dalam rahim remaja putri, sehingga berimplikasi terhadap munculnya kelahiran bayi dalam kondisi stunting.

Ia juga mengatakan hal tersebut juga perlu mendapat perhatian lebih, karena stunting bukan muncul dari kasus yang tunggal saja, tetapi dari kasus yang sangat bervariasi juga sangat berpengaruh seperti akibat jarak kelahiran antar bayi dan kebudayaan di masing-masing tempat.

Menurut Muhadjir, kerja sama yang dilakukan BKKBN dengan perguruan tinggi memang sudah tepat karena dapat melakukan penyadaran dan pendidikan kepada para mahasiswa.

Selain itu, kerja sama tersebut juga dapat dilakukan sebagai pengabdian pada masyarakat untuk memberikan pengarahan dan bantuan sekaligus penyesuaian masalah stunting pada masyarakat. Namun, kegiatan yang dilakukan di lapangan perlu lebih dikembangkan.

“Justru yang lebih penting adalah bagaimana aksi di lapangan harus kita kejar. Di mana kantung- kantung stunting terjadi dan kemudian kita selesaikan satu demi satu dengan cara digali, dikembangkan sesuai dengan pertemuan berbasis riset yang ada di perguruan tinggi masing-masing,” kata dia,

Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan supaya tidak perlu melakukan penyeragaman dalam penanganan stunting oleh para perguruan tinggi. Sebab melalui keanekaragaman tersebut, riset-riset untuk penanganan teknokratik yang dilakukan oleh BKKBN akan lebih berkembang.

Muhadjir berharap melalui kerja sama antar kedua pihak tersebut, target percepatan penurunan stunting dapat tercapai karena pendekatan yang dilakukan akan lebih sistematis, terukur dan mampu menemukan banyak cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Mudah mudahan sesuai dengan target Bapak Presiden tahun 2024, angka stunting kita harus sudah di bawah 14 persen. Bisa terpenuhi berkat kerja sama yang kompak antara lain dengan perguruan tinggi,” ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan menunjuk BKKBN sebagai ketua pelaksana untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Dalam peraturan itu, pemerintah juga telah menetapkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia diharapkan dapat menjadi 14 persen pada tahun 2024. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?

Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 16:15 WIB

Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari

Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 15:06 WIB

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:12 WIB

Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:15 WIB

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Cinta Laura Desak Kasus Pelecehan Seksual FH UI Diusut, Minta Maaf Tak Cukup

Cinta Laura Desak Kasus Pelecehan Seksual FH UI Diusut, Minta Maaf Tak Cukup

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 11:05 WIB

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:41 WIB

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:11 WIB

Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Melanie Subono: Itu Bukan Candaan!

Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Melanie Subono: Itu Bukan Candaan!

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 10:00 WIB

16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang

16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB