alexametrics

Didiagnosis Punya Tumor, Wanda Hamidah Ajak Perempuan Rajin Cek Payudara

Bimo Aria Fundrika
Didiagnosis Punya Tumor, Wanda Hamidah Ajak Perempuan Rajin Cek Payudara
Wanda Hamidah [Evi Ariska/Suara.com]

Wanda Hamidah perlu terus berkonsultasi dengan dokter setiap enam bulan sekali karena tumor yang jinak bisa saja menjadi ganas.

Suara.com - Tidak banyak yang tahu, bahwa Wanda Hamidah sempat didiagnosis bahwa ada tumor di payudaranya. Kala itu dokter yang memeriksa memintanya berkonsultasi dengan spesialis onkologi. Hasilnya, dokter menemukan tumor jinak sebesar 1,8 cm pada payudara kiri Wanda.

Beraca dari pengalamannya tersebut, Wanda mengajak para perempuan memeriksa kondisi payudara mereka walaupun tak merasa ada gejala minimal melalui pemeriksaan kesehatan umum atau USG payudara setahun kali.

“Ada gejala segera periksa (ke dokter), enggak ada gejala bagusnya dicek setahun sekali paling enggak atau kalau tidak mau medical check up minta USG payudara saja,” ujar seperti dikutip dari ANTARA. 

Waktu itu dokter belum menyarankan dilakukannya operasi. Tetapi Wanda Hamidah perlu terus berkonsultasi dengan dokter setiap enam bulan sekali karena tumor yang jinak bisa saja menjadi ganas.

Baca Juga: Melanie Subono Ungkap Sakit yang Dirasakan Selama 23 Tahun

Wanda Hamidah. [Sumarni/Suara.com]
Wanda Hamidah. [Sumarni/Suara.com]

Tidak hanya itu, ia juga berkonsultasi dengan dokter lainnya untuk mendapatkan second opinion. Dia lalu menjalani biopsi di Surabaya. Di sana, dia meminta payudaranya diangkat (mastektomi) karena ingin segera menuntaskan masalah. Wanda teringat ketiga buah hatinya yang masih membutuhkan kehadirannya.

“Akhirnya pilihannya operasi pada 2010. Operasi berjalan lancar. Aku lega bisa melalui itu. Walaupun sudah lega aku enggak boleh lengah karena tumor bisa kembali setiap saat,” tutur dia.

Terkait gejala, Wanda mengatakan merasakan benjolan di payudaranya setelah kehamilan anak ketiga. Menurut dia, tidak ada rasa sakit yang muncul dari benjolan itu. Awalnya dia mengira benjolan itu ASI yang mengeras tetapi benjolan tak kunjung hilang. Dia juga menunda berkonsultasi dengan dokter.

“Agak menganggap remeh, menganggap saluran ASI-nya (menjadi penyebab benjolan). Itu warning, jangan sok menganalisa sendiri bahaya apa tidak bahaya, ternyata itu tumor,”ujar Wanda.

Wanda ingin para wanita lebih memperhatikan kondisi payudaranya sebelum kanker terlanjur hadir dan sulit disembuhkan. Menurut dia, kaum hawa tak perlu khawatir terkena kanker bila selama ini menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan diri baik itu melalui pemeriksaan sendiri atau bantuan tenaga medis.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Cegah Risiko Mematikan Kanker Payudara

Komentar