Panjang Kaki Anak Ayu Ting Ting Berbeda, Begini Cara Mengatasinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 12:00 WIB
Panjang Kaki Anak Ayu Ting Ting Berbeda, Begini Cara Mengatasinya!
Potret Bilqis Anak Ayu Ting Ting. [Instagram/ayutingting92]

Suara.com - Ayu Ting Ting terkejut ketika pertama kali mengenai panjang kaki anaknya, Bilqis, tidak sama. Ia baru menyadari perbedaan panjang kaki anaknya ketika Bilqis minta pijat kretek oleh Bima Aryo.

Saat itu, Bima Aryo meminta Bilqis berbaring untuk melihat panjang kakinya. Rupanya, panjang kedua kaki Bilqis cukup berbeda jauh hingga membuat Bima Aryo terkejut.

Kaki panjang sebelah ini juga dikenal sebagai perbedaan panjang kaki (LLD). Kondisi ini relatif umum, yang biasanya perbedaan panjang kaki sekitar sepersekian inci hingga beberapa inci.

Semakin besar perbedaannya dilansir dari Medical News Today, semakin besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami masalah dengan gaya berjalan, postur, dan rasa sakit.

Perbedaan panjang kaki pun terbagi menjadi dua jenis, yakni perbedaan panjang kaki fungsional dan struktural. Setiap jenis perbedaan panjang kaki (LLD) ini membutuhkan pengobatan yang berbeda pula.

Kondisi kaki Bilqis (YouTube.com)
Kondisi kaki Bilqis (YouTube.com)

1. Cara mengatasi panjang kaki sebelah jenis fungsional

Perawatan medis untuk mengatasi panjang kaki sebelah jenis fungsional biasanya melibatkan terapi fisik, pijat, dan latihan khusus untuk memperbaiki area yang mengalami ketidakseimbangan dan kelemahan. Anda juga perlu memperbaiki postur tubuh yang buruk.

Jenis perawatan medis dan jumlah Intervensi yang dibutuhkan seseorang tergantung pada penyebab yang mendasari dan tingkat keparahan panjang kaki sebelah (LLD).

Dalam hal ini, latihan fisik atau olahraga bisa membantu mengatasi masalah panjang kaki sebelah jenis fungsional (LLD). Tapi, penting bagi orang untuk menggunakan teknik Peregangan dan kekuatan. Mereka juga harus berhari-hati untuk melatih sisi tubuh yang akan membantu memperbaiki LLD.

Anda bisa mencari bantuan ahli terapi fisik untuk menghindari masalah lain akibat panjang kaki sebelah lebih lanjut. Terapis bisa mengidentifikasi area ketidakseimbangan dan merekomendasikan olahraga yang tepat bagi orang dengan panjang kaki sebelah.

2. Cara mengatasi panjang kaki sebelah jenis struktural

Masalah kaki panjang sebelah jenis struktural akan membutuhkan perawatan yang lebih tergantung pada perbedaan panjang antar kaki, antara lain:

a. Lift sepatu

Seseorang yang memiliki kondisi kaki panjang sebelah atau LLD ringan kurang dari 1 inci bisa menggunakan lift sepatu atau penopang kaki di dalam sepatu untuk kaki yang panjangnya lebih pendek. Penggunaan lift sepatu ini bisa meringankan sakit punggung dan meningkatkan gaya berjalan seseorang.

b. Operasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beby Tsabina Derita Skoliosis, Olahraga Yoga Bisa Bantu Atasi Kelainan Tulang Ini

Beby Tsabina Derita Skoliosis, Olahraga Yoga Bisa Bantu Atasi Kelainan Tulang Ini

Health | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Beby Tsabina Idap Skoliosis Sejak SMP, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Beby Tsabina Idap Skoliosis Sejak SMP, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Health | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Gejala Osteoporosis Jarang Disadari, Tahu-tahu Patah Tulang, Yuk Kenali Bahayanya!

Gejala Osteoporosis Jarang Disadari, Tahu-tahu Patah Tulang, Yuk Kenali Bahayanya!

Malang | Kamis, 07 Oktober 2021 | 11:37 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB