Berapa Kali Harus Mencuci dan Mengganti Seprai? Ini Saran Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Berapa Kali Harus Mencuci dan Mengganti Seprai? Ini Saran Ahli!
Ilustrasi tempat tidur, seprai (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan orang mungkin tidak memperhatikan kebersihan seprai yang digunakan untuk tidur setiap harinya. Anda mungkin jarang mencuci dan menggantinya selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Padahal seprai bisa menjadi sumber penyakit yang tak disadari. Meskipun Anda merasa tidak pernah berkeringat atau naik ke tempat tidur dalam kondisi bersih, seprai bisa menangkap banyak kuman dan bakteri berbahaya.

Karena itu, banyak orang beranggapan bahwa kita harus mengganti seprai seminggu sekali. Bahkan, ada pula yang mungkin lebih sering mengganti seprai, seperti 2 hari sekali.

Jika Anda memiliki banyak waktu luang untuk membersihkan barang-barang dan mencuci seprai. Anda bisa membersihkan dan menggantinya lebih sering.

Karena, tidak ada standar khusus mengenai berapa kali kita harus mengganti seprai. Namun dilansir dari Times of India, para ahli menyarankan semua orang untuk mencuci dan mengganti seprai setiap minggu sekali.

Ilustrasi tempat tidur, seprai. (Unsplash)
Ilustrasi tempat tidur, seprai. (Unsplash)

Dalam satu minggu, seprai sudah menumpuk banyak bakteri dan kotoran dari sekitar. Meskipun kita sudah membersihkan rumah dan menutupi jendela serta pintu, seprai bisa menangkap banyak bakteri yang tak terduga.

Artinya, lebih banyak bakteri dan kotoran yang akan terperangkap dalam seprai ketika semakin lama Anda tidak mencuci dan menggantinya. Pada akhirnya, bakteri dan kotoran yang terperangkap pada seprai akan menyebabkan masalah kulit.

Para ahli memang menyarankan semua orang untuk mencuci seprai seminggu sekali. Tapi, ada kalanya Anda perlu mencuci dan mengganti seprai lebih sering, terutama bila Anda mengalami kondisi berikut.

  1. Anda memiliki alergi dan sensitif terhadap debu
  2. Anda memiliki infeksi
  3. Anda sering makan di tempat tidur
  4. Anda membebaskan hewan peliharaan naik ke tempat tidur

Dalam situasi di atas, Anda harus lebih sering mengganti seprai karena lebih kotor. Tidur di atas seprai yang kotor akan menyebabkan infeksi kulit dan mengganggu tidur Anda di malam hari.

Selain seprai, Anda juga harus mencuci perlengkapan tempat tidur lainnya secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri. Anda harus mencuci sarung bantal setiap minggu, bedcover setiap 2 minggu hingga sebulan sekali, selimut setiap 2-3 bulan sekali dan bantal setiap 4-6 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Wabah Infeksi Bakteri di Pasar Basah Hong Kong, Masyarakat Ketakutan

Ada Wabah Infeksi Bakteri di Pasar Basah Hong Kong, Masyarakat Ketakutan

Health | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 17:09 WIB

Bahaya, Kemudi Mobil Dipenuhi Bakteri Lebih Banyak Dibandingkan Peturasan

Bahaya, Kemudi Mobil Dipenuhi Bakteri Lebih Banyak Dibandingkan Peturasan

Otomotif | Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Mengenal Chancroid, Penyakit Kelamin yang Disebabkan Bakteri Haemophilus Ducreyi

Mengenal Chancroid, Penyakit Kelamin yang Disebabkan Bakteri Haemophilus Ducreyi

Health | Selasa, 21 September 2021 | 08:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB