alexametrics

Waspadai Kolesterol Tinggi di Usia Lebih dari 50 Tahun, Ketahui 3 Dampak Utamanya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Waspadai Kolesterol Tinggi di Usia Lebih dari 50 Tahun, Ketahui 3 Dampak Utamanya
Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)

Dampak kolesterol tinggi di atas usia 50 tahun termasuk penumpukan plak, risiko serangan jantung, risiko stroke.

Suara.com - Tingginya kadar kolesterol bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari genetika hingga gaya hidup tidak sehat.

Kadar kolesterol tinggi memiliki efek samping berbahaya. Terlebih ketika kolesterol tinggi ini dimiliki setelah usia 50 tahun.

Penulis The Sports Nutrition Playbook, Amy Goodson, MS, RD, CSSD, LD, menjelaskan efek samping kolesterol tinggi di usia 50 tahun ke atas, dilansir Eat This:

1. Plak dapat menumpuk di arteri

Baca Juga: Jangan Abaikan Sakit di Area Leher, Bisa Jadi Serangan Jantung

"Seiring waktu, kolesterol tinggi meningkatkan penumpukan plak di arteri, yang dapat membatasi aliran darah ke otak dan jantung. Ini berpotensi menyebabkan konsekuensi mengerikan, seperti serangan jantung dan stroke," jelas Goodson.

American Heart Association menjelaskan bahwa penumpukan plak ini disebut aterosklerosis. Selain bisa menyebabkan aluran darah terbatas, plak juga dapat pecah dan tersangkut di aliran darah, pada akhirnya menyumbat arteri.

Risiko penyumbatan arteri inilah yang menjadi masalah pada orang berusia 50 tahun ke atas yang memiliki kolesterol tinggi.

Ilustrasi kolesterol menyumbat pembuluh darah. (Shutterstock)
Ilustrasi kolesterol menyumbat pembuluh darah. (Shutterstock)

2. Peningkatan risiko serangan jantung

Menurut Goodson, aterosklerosis dapat terjadi seiring waktu dan menyebabkan masalah parah pada jantung dan otak. Namun sayangnya, tidak ada gejala yang terdeteksi.

Baca Juga: Timbul Rasa Sakit di Area Leher, Waspadai Tanda Serangan jantung

"Jika plak pecah, maka dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di sekitarnya, membatasi aliran darah ke jantung dan membuat kekurangan oksigen serta nutrisi yang diperlukan, yang disebut iskemia," jelasnya.

Namun, kondisi itu dapat menyebabkan serangan jantung.

3. Peningkatan risiko stroke

Penumpukan plak di arteri tidak hanya membatasi aliran darah ke jantung, tetapi juga dapat membatasi aliran ke otak.

"Penumpukan ini dari waktu ke waktu dapat menyebabkan stroke. Gejalanya termasuk kehilangan keseimbangan dan koordinasi, pusing mendadak, kebingungan, kata-kata tidak jelas, mati rasa di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh, hingga penglihatan kabur," imbuhnya.

Seseorang yang mengalami gejala-gejala ini, harus segera cari perawatan medis darurat.

Komentar