facebook

Agar Liburan Nataru Tak Bikin Lonjakan Kasus COVID-19, Ini 5 Pesan Satgas COVID-19

M. Reza Sulaiman
Agar Liburan Nataru Tak Bikin Lonjakan Kasus COVID-19, Ini 5 Pesan Satgas COVID-19
Sejumlah pekerja menunggu bus di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Prediksi adanya lonjakan kasus COVID-19 usai libura Nataru (libur Natal dan Tahun Baru) mendapat perhatian serius dari Satgas COVID-19.

Suara.com - Prediksi adanya lonjakan kasus COVID-19 usai libura Nataru (libur Natal dan Tahun Baru) mendapat perhatian serius dari Satgas COVID-19.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa meski saat ini kasus COVID-19 masih terkendali, lonjakan kasus tetap bisa terjadi jika masyarakat abai dengan protokol kesehatan.

"Untuk itu bijaknya kita menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan malah sebaliknya bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh Kementerian/ lembaga dan juga oleh DPR," tutur Wiku seperti dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.

Belajar dari pengalaman libur panjang selama 2 tahun terakhir, maka terlihat bahwa kelalaian protokol kesehatan atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus.

Baca Juga: Bersahabat Kala Pandemi, Ramah di Kantong

Waspada! Epidemiolog Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi Akhir Desember 2021.
Waspada! Epidemiolog Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi Akhir Desember 2021.

Untuk itu terdapat 5 hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022. Apa saja?

1. Menjalankan protokol kesehatan 3M secara konsisten

Protokol kesehatan 3M wajib dilakukan secara disiplin dan tidak terpisah-pisah dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiganya harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan COVID-19.

Selain itu yang protokol kesehatan harus diterapkan dimanapun dan kapanpun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan.

2. Menyegerakan vaksinasi COVID-19

Baca Juga: Data Terbaru, Kasus Positif Covid-19 di DKI Bertambah 95 Kasus

Vaksinasi COVID-19 adalah tanggungjawab dalam melindungi masyarakat lain yang rentan. Dengan segera divaksin, orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu.

Sehingga dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah.

3. Inisiatif melakukan testing

Inisiatif melakukan testing atau pengobatan COVID-19 jika merasakan gejala mirip COVID-19 penting untuk bertujuan mencegah penularan.

Dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula.

4. Ketahui risiko penularan sebelum berkegiatan

Perhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan, di mana masyarakat dihimbau memilih kegiatan di luar ruang dengan durasi yang lebih singkat.

Masyarakat juga perlu mempertimbangkan urgensi untuk bepergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit.

"Khususnya, bagi orang yang merasakan gejala maupun kontak erat kasus COVID-19 untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang dan aktivitas perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita," terang Wiku.

5. Mematuhi kebijakan yang berlaku

Selama masa pandemi, masyarakat diminta adaptif dengan penerapan 'gas-rem' yang ada melalui upaya terus mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada.

Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian COVID-19.

"Terakhir, saya ingin mengajak kita semua untuk menjadikan momen libur panjang sebagai tantangan kolektif, tantangan Indonesia untuk segera terbebas dari pandemi COVID-19. Melalui segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya, maka kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya," pungkas Wiku.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar