facebook

Cakupan Vaksinasi Terus Bertambah, Alasan Level PPKM Turun Secara Berkala

M. Reza Sulaiman
Cakupan Vaksinasi Terus Bertambah, Alasan Level PPKM Turun Secara Berkala
ilustrasi vaksinasi COVID-19. [Envato Elements]

Pemerintah Daerah di sejumlah provinsi di Indonesia perlahan-lahan menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Suara.com - Pemerintah Daerah di sejumlah provinsi di Indonesia perlahan-lahan menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, penurunan level PPKM terjadi karena adanya antusiasme tinggi masyarakat pada kegiatan vaksinasi.

"Selain solidaritas masyarakat yang diperlihatkan, masyarakat dengan saling membantu dan menaati protokol kesehatan serta peraturan PPKM darurat seperti menurunkan mobilitas," kata Reisa dikutip dari ANTARA.

Reisa menyebutkan, uji coba adaptasi kebiasaan baru dengan pembukaan bertahap yang dilakukan pada bulan Oktober lalu, membuat kota-kota di Indonesia seperti Kota Blitar, Jawa Timur berhasil menurunkan level PPKM hingga mencapai level 1.

Baca Juga: Kasus Miokarditis pada Penderima Vaksin Covid-19 Produksinya Tinggi, Moderna Membela Diri

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro.

Penurunan level PPKM di daerah tersebut, juga didukung oleh antusias tinggi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjalankan vaksinasi COVID-19.

Reisa menegaskan saat ini, pemerintah terus menggencarkan proses vaksinasi di setiap daerah supaya dapat sampai ke masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti penduduk lanjut usia (lansia) agar segera membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) secara penuh.

Untuk dapat memperluas cakupan vaksinasi sampai pada kelompok rentan, kata dia, pemerintah daerah perlu membantu lewat berbagai upaya seperti perluasan sentra vaksinasi, memanfaatkan vaksin keliling serta menggalakkan vaksinasi secara door to door atau menjemput orang yang memiliki kesulitan mendapat akses vaksin.

Selain itu, kampanye mengenai vaksinasi dan mutu vaksin melalui media juga harus dijalankan oleh pemerintah daerah yang ada di seluruh provinsi di Indonesia supaya masyarakat yang masih ragu dapat ikut disuntik vaksin COVID-19.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini sudah lebih dari 215 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat Tanah Air.

Baca Juga: Mantan PM Selandia Baru: Vaksinasi Covid-19 Saja Tidak akan Membuat Pandemi Berakhir

Oleh sebab itu, dia berpesan bagi yang belum mendapatkan vaksin untuk segera mendaftarkan diri sebagai salah satu bentuk antisipasi mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar