Array

Vaksin AstraZeneca Disemprot Lewat Hidung, Risiko Efek Samping Lebih Ringan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 17 November 2021 | 11:11 WIB
Vaksin AstraZeneca Disemprot Lewat Hidung, Risiko Efek Samping Lebih Ringan
Ilustrasi vaksin COVID-19 yang diberikan lewat hidung. [ANTARA/Shutterstock]

Suara.com - Peneliti menyebut penggunaan vaksin AstraZeneca intranasal yang disemprotkan lewat hidung memiliki manfaat lebih. Salah satunya, risiko efek samping yang lebih ringan.

Dijelaskan peneliti vaksin dari Jenner Institute Universitas Oxford, Carina Citra Dewi Joe, hasil pengujian vaksin COVID-19 intranasal AstraZeneca efek sampingnya lebih ringan ketimbang vaksin yang disuntikkan.

"Proyek lain tim kami adalah vaksin intranasal. Selain disuntikkan, kami juga uji klinik lewat jalur lain, disemprotkan ke hidung," kata Carina, ilmuwan asal Indonesia yang ikut mengembangkan formula vaksin AstraZeneca, mengutip ANTARA.

"Sampai sekarang vaksin intranasal baru mendekati uji klinis pertama. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan (izin) uji klinis kedua. Hasilnya bagus, efek samping lebih ringan dari yang disuntik," katanya.

Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]
Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]

Carina mengatakan bahwa masa uji klinik kedua dan ketiga penggunaan vaksin intranasal diharapkan bisa lebih singkat mengingat sudah banyak data mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca dari penelitian laboratorium maupun pemanfaatan vaksin di berbagai negara.

"Kita ikut aturan Badan Kesehatan. Kita ikut uji klinis kedua. Saat ini mereka masih susun laporannya," katanya.

Menurut dia, AstraZeneca terus memperbaiki proses produksi vaksin supaya bisa memproduksi vaksin dalam jumlah yang jauh lebih banyak.

Ia mengatakan bahwa produksi vaksin AstraZeneca saat ini telah mendekati dua miliar dosis dan 90 persen negara berkembang di dunia telah menggunakannya.

"Saat ini hampir dua miliar dosis produksi vaksin AstraZeneca. Sebentar lagi mereka akan lakukan selebrasi karena memasok kebutuhan vaksin dunia," katanya.

Baca Juga: Peneliti Oxford: Kombinasi Platform Viral Vector dan mRNA Terbaik untuk Vaksin Booster

Menurut Carina, saat ini produksi vaksin AstraZeneca didukung oleh fasilitas produksi di 15 negara dan 25 laboratorium berkat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh dari tim Universitas Oxford.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI