Mengenal Kangaroo Mother Care, Posisi Penting Untuk Bantu Bayi Prematur Lebih Hangat

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 17 November 2021 | 14:06 WIB
Mengenal Kangaroo Mother Care, Posisi Penting Untuk Bantu Bayi Prematur Lebih Hangat
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, Rabu 17 November diperingati sebagai World Prematurity Day (WPD) atau Hari Prematuritas Sedunia. Pada kesempatan ini, diharapkan lebih banyak masyarakat dan peduli terhadap bayi prematur juga keluarganya.

Hal ini penting, mengingat bayi yang lahir terlalu dini mungkin memiliki lebih banyak masalah kesehatan daripada bayi yang lahir tepat waktu.

Mereka mungkin menghadapi masalah kesehatan jangka panjang yang memengaruhi otak, paru-paru, pendengaran, ataupun penglihatan.

Untuk itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A (K) mengungkap, agar memiliki kesehatan yang baik dan hidup berkualitas hingga dewasa ada beragam kebutuhan dasar yang barus dipenuhi untuk merawat bayi prematur.

Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)

Salah satunya adalah kehangatan dan kenyamanan yang bisa didapatkan dengan metode kangaroo mother care atau metode mama kanguru. Ini merupakan posisi menggendong bayi dengan memasukkannya ke dalam baju atau menggunakan kain gendongan.

Hal ini dapat dilakukan ibu, ayah atau keluarga lainnya secara bergantian. Melalui kontak kulit ini, bayiakan mengenal aroma tubuh, sentuhan, serta irama napas dan detak jantung Bunda.

"Untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan pada bayi prematur, ga perlu pakai lampu, botol panas dan lain-lain. Cuma kangaroo mother care saja digendong, skin to skin," kaya dia.

Keuntungannya lanjut dia, bayi tentu menjadi lebih tenang, tidur lebih nyaman dan frekuensi menangis lebih sedikit. Selain itu, tanda vital bayi seperti pernapasan juga akan lebih stabil.

Bukan cuma itu, kata Prof. dr Rinawati juga mengatakan jika posisi menggendong ini bisa mempermudah ibu memberikan ASI, serta meningkatkan keberhasilan menyusui, yang pada gilirannya membantu menaikan berat badan mereka.

"Hal tersebut juga dapat membangun hubungan cinta dan kasih sayang antara orang tua dan bayi," ungkapnya.

Orangtua bisa melakukan perawatan kanguru segera setelah bayi lahir. Namun, ada juga beberapa rumah sakit yang memiliki kebijakan untuk menunda perawatan kanguru hingga kondisi kesehatan bayi lebih stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Masuk 5 Besar Kelahiran Prematur Dunia, Siapkah Tenaga Kesehatan Menghadapi Krisis Ini?

Indonesia Masuk 5 Besar Kelahiran Prematur Dunia, Siapkah Tenaga Kesehatan Menghadapi Krisis Ini?

Health | Senin, 01 Desember 2025 | 18:36 WIB

Napas Anak Terasa Cepat? Jangan Tunda! Ini Langkah Darurat Mengatasi Gejala RSV Menurut Dokter

Napas Anak Terasa Cepat? Jangan Tunda! Ini Langkah Darurat Mengatasi Gejala RSV Menurut Dokter

Your Say | Senin, 24 November 2025 | 10:25 WIB

Tangkal Sleep Apnea, Injeksi Ini Bisa Jadi Solusi Selamatkan Nyawa Bayi Prematur di Indonesia

Tangkal Sleep Apnea, Injeksi Ini Bisa Jadi Solusi Selamatkan Nyawa Bayi Prematur di Indonesia

Health | Senin, 17 Maret 2025 | 17:26 WIB

Lawan Angka Kematian Bayi Prematur! RSCM Luncurkan Pusat Nutrisi ASI Terpadu

Lawan Angka Kematian Bayi Prematur! RSCM Luncurkan Pusat Nutrisi ASI Terpadu

Health | Selasa, 24 Desember 2024 | 15:45 WIB

AstraZeneca Indonesia Tekankan Pentingnya Menjaga Kualitas Hidup Bayi Prematur

AstraZeneca Indonesia Tekankan Pentingnya Menjaga Kualitas Hidup Bayi Prematur

Bisnis | Jum'at, 06 Desember 2024 | 06:46 WIB

Penyebab dan Bahaya Bayi Prematur, Denny Caknan-Bella Bonita Perlu Tahu

Penyebab dan Bahaya Bayi Prematur, Denny Caknan-Bella Bonita Perlu Tahu

Health | Selasa, 06 Februari 2024 | 13:52 WIB

Keterlaluan! Klinik Alifa Tasikmalaya Ternyata Ngebet Bikin Konten Tali Pusar Bayi Prematur Dibentuk Hati

Keterlaluan! Klinik Alifa Tasikmalaya Ternyata Ngebet Bikin Konten Tali Pusar Bayi Prematur Dibentuk Hati

Lifestyle | Senin, 27 November 2023 | 12:12 WIB

Klinik Alifa Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Ngotot Mau Kembalikan Uang Rp1 Juta ke Keluarga Korban

Klinik Alifa Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Ngotot Mau Kembalikan Uang Rp1 Juta ke Keluarga Korban

Lifestyle | Kamis, 23 November 2023 | 13:58 WIB

Bidan Dwi dan Klinik Alifa Tutup Akun Media Sosial, Ngeri Digeruduk Apa Hilangkan Jejak?

Bidan Dwi dan Klinik Alifa Tutup Akun Media Sosial, Ngeri Digeruduk Apa Hilangkan Jejak?

Lifestyle | Rabu, 22 November 2023 | 12:28 WIB

Profil Andi Irawan, Direktur Klinik Alifa yang Viral Usai Buat Konten dengan Bayi Prematur

Profil Andi Irawan, Direktur Klinik Alifa yang Viral Usai Buat Konten dengan Bayi Prematur

Lifestyle | Rabu, 22 November 2023 | 12:08 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB