Makanan Ultra Proses Sama Candunya seperti Rokok, Begini Penjelasannya

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 20 November 2021 | 12:31 WIB
Makanan Ultra Proses Sama Candunya seperti Rokok, Begini Penjelasannya
Ilustrasi cokelat (Pixabay/@dghchocolatier)

Suara.com - Sebanyak 37 ilmuwan terkemuka di dunia yang bergabung dalam komisi multidisiplin mengidentifikasi diet atau pola makan tidak sehat memiliki risiko kesehatan yang lebih besar daripada seks tidak aman, alkohol, pengunaan narkoba serta tembakau.

Namun, banyak orang yang sulit melepaskan diri dari makanan ultra-proses, seperti permen, es krim, mi instan, cokelat kemasan, nugget hingga sosis.

Ternyata, penyebabnya adalah makanan ultra proses mampu membuat ketagihan.

"Hal-hal seperti kehilangan kendali atas konsumsi, keinginan kuat dan ketidakmampuan untuk menguranginya meski tahu ada konsekuensi buruk," jelas psikolog klinis Ashley Gearhardt kepada The Conversation.

Makanan ultra proses yang mengandung kadar lemak artifisial, atau lemak buatan, yang tinggi dan karbohidrat olahan, seperti gula dan tepung putih adalah makanan yang membuat ketagihan.

Ilustrasi kentang goreng. (Pixabay/pexels)
Ilustrasi kentang goreng. (Pixabay/pexels)

Misalnya, cokelat, es krim, kentang goreng, pizza, dan kue kering merupakan beberapa makanan yang membuat ketagihan.

Ketagihan makanan ultra proses sama seperti kecanduan tembakau

"Makanan ultra proses memenuhi semua kriteria yang sama, yang digunakan untuk menyebut tembakau sebagai zat adiktif," jelas Gearhardt, yang juga seorang Associate Professor of Psychology di Universitas Michigan.

Tembakau dan makanan ultra proses mengubah suasana hati dengan cara yang sama, yakni meningkatkan perasaan menyenangkan dan mengurangi perasaan negatif.

baca juga

Kadar karbohidrat olahan dan lemak buatan yang tinggi dalam makanan ultra proses juga mengaktifkan sistem reward di otak.

Tidak hanya itu, sebuah riset pada tikus membuktikan bahwa rasa manis lebih bikin ketagihan daripada obat-obatan yang sangat adiktif, seperti kokain.

Tingkat kegagalan yang tinggi dalam diet memperjelas bahwa makanan ultra proses dapat memicu dorongan yang kuat, seringkali tak tertahankan meski ada keinginan untuk berhenti.

Sebaliknya, makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang, tidak memenuhi kriteria kecanduan yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi 8 Makanan Khas Jawa Timur, Pedas Gurih Bikin Ketagihan

Rekomendasi 8 Makanan Khas Jawa Timur, Pedas Gurih Bikin Ketagihan

Lifestyle | Jum'at, 19 November 2021 | 14:06 WIB

Bahaya Terselubung dari Makanan Ultra Proses, Ketahui 5 Fakta Ini

Bahaya Terselubung dari Makanan Ultra Proses, Ketahui 5 Fakta Ini

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 14:45 WIB

Dari Roti Sampai Nugget, Makanan Ultra-Proses yang Tingkatkan Risiko Kanker

Dari Roti Sampai Nugget, Makanan Ultra-Proses yang Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Jum'at, 24 Mei 2019 | 15:40 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×