Array

Dari Roti Sampai Nugget, Makanan Ultra-Proses yang Tingkatkan Risiko Kanker

Jum'at, 24 Mei 2019 | 15:40 WIB
Dari Roti Sampai Nugget, Makanan Ultra-Proses yang Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi nugget. (Shutterstock)

Suara.com - Hubungan antara makanan olahan dan kanker telah disarankan oleh para peneliti dari Perancis.

Mereka mengklasifikasikan makanan olahan, termasuk kue, nugget ayam dan roti yang diproduksi secara massal sebagai makanan 'ultra-proses'.

Sebuah penelitian terhadap 105.000 orang, yang dilansir dari BBC, menunjukkan semakin banyak makanan olahan yang dikonsumsi seseorang, maka semakin besar risiko terkena kanker.

Para peneliti memasukkan daftar makanan yang masuk dalam kategori 'ultra-proses'.

- Roti atau kue kering kemasan yang diprosuksi secara massal
- Camilan manis atau gurih yang dikemas, termasuk keripik
- Cokelat dan permen
- Soda dan minuman manis
- Bakso (kemasan), nugget daging unggas dan nugget ikan
- Mie dan sup instan
- Makanan yang dibekukan atau siap makan
- Makanan sebagian besar atau seluruhnya terbuat dari gula, minyak, dan lemak

Ilustrasi makan atau mengunyah roti. (Shutterstock)
Ilustrasi makan atau mengunyah roti. (Shutterstock)

Tim peneliti yang berasal dari Universitas Sorbonne Paris Cite menggunakan survei makanan selama dua hari untuk mencari tahu apa yang orang makan.

Kemudian mereka mengikuti pola makan dari orang-orang, yang sebagian besar adalah wanita paruh baya, selama 5 tahun.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam Jurnal British Medical, menunjukkan jika porsi makanan ultra-proses pada pola makan mereka meningkat 10%, maka risiko terkena kanker juga meningkat 12%.

Selama studi mereka menemukan:

Baca Juga: Peneliti Ungkap Kaitan Mendengkur dengan Kanker pada Perempuan

- Rata-rata, sebesar 18% dalam pola makan mereka adalah makanan ultra-proses
- Rata-rata, ada 79 kanker yang diderita 10.000 orang per tahunnya
- Meningkatkan proporsi makanan olahan sebesar 10% akan menyebabkan 9 kanker tambahan per 10.000 orang per tahun

"Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan ultra-diproses dengan cepat dapat mendorong peningkatan beban kanker dalam beberapa dekade mendatang," simpul para peneliti.

Ilustrasi nugget. (Shutterstock)

Studi ini jauh dari definisi definitif tentang makanan olahan dan kanker. Tidak bisa dikatakan makanan ultra-olahan adalah penyebab kanker.

Ada juga faktor lain disamping mengonsumsi makanan ultra-proses yang berkaitan dengan risiko kanker.

Misalnya mereka lebih cenderung merokok, kurang aktif, mengonsumsi lebih banyak kalori secara keseluruhan.

Banyak langkah hati-hati diungkapkan tentang penelitian ini, tetapi para ahli mengatakan diet sehat atau pola makan yang sehat adalah solusi terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI