Varian Delta di Jepang Hilang Misterius, Begini Pandangan Pakar

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 24 November 2021 | 15:48 WIB
Varian Delta di Jepang Hilang Misterius, Begini Pandangan Pakar
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Virus corona Covid-19 varian Delta yang sempat dikhawatirkan karena lebih menular dan dominan. Kini, nampaknya varian Delta sudah mulai menghilang di Jepang.

Menurut sekelompok peneliti, varian Delta mungkin sudah bermutasi yang membuatnya menghancurkan variannya sendiri sehingga perlahan menghilang di Jepang.

Padahal sebelumnya, varian Delta ini dominan dan berkontribusi pada peningkatan kasus virus corona Covid-19. Beberapa pekan terakhir, kasus infeksi varian Delta ini turun drastis hingga di bawah 200 orang.

Bahkan, peneliti mengatakan penurunan itu juga diikuti dengan fakta bahwa tidak ada lagi kasus kematian akibat varian Delta yang dilaporkan pada 7 November 2021.

Banyak ahli juga menduga punahnya varian Delta ini mungkin disebabkan oleh tingkat vaksinasi Covid-19 yang sudah tinggi di antara negara-negara maju, yang mana lebih dari 75 persen penduduk sudah divaksinasi penuh.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Faktor potensial lainnya yang menyebabkan kepunahan varian Delta adalah tindakan jarak sosial dan selalu memakai masker yang sudah tertanam kuat di benak masyarakat.

Tetapi dilansir dari Japan Times, penyebab utama punahnya varian Delta mungkin terkait dengan perubahan genetik virus corona Covid-19 selama reproduksi, dengan kecepatan sekitar 2 mutasi per bulan.

Ituro Inoue, seorang profesor di Institut Genetika Nasional mengatakan varian Delta di Jepang mengakumulasi terlalu banyak mutasi pada protein non-struktural yang mengoreksi kesalahan virus yang disebut nsp14. Akibatnya, virus berjuang untuk memperbaiki kesalahan tepat waktu sampai menghancurkan dirinya sendiri.

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak orang di Asia memiliki enzim pertahanan yang disebut APOBEC3A untuk menyerang virus RNA, termasuk virus corona Covid-19.

baca juga

Para peneliti dari Institut Genetika Nasional dan Universitas Niigata mulai menemukan cara protein APOBEC3A memengaruhi protein nsp14. Mereka berusaha memastikan protein itu bisa menghambat aktivitas virus corona Covid-19 atau tidak.

Tim peneliti melakukan analisis data keragaman genetik untuk varian alfa dan delta dari spesimen klinis yang terinfeksi di Jepang dari Juni hingga Oktober 2021.

Mereka menemukan hubungan di antara sekuens DNA virus SARS-CoV-2 untuk menunjukkan keragaman genetik dalam diagram yang disebut jaringan haplotype. Secara umum, semakin besar jaringannya maka semakin banyak kasus positif yang disebabkannya.

Para peneliti berpikir varian Delta yang disebut oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS lebih dari dua kali menular ini memiliki keragaman genetik yang jauh lebih hidup.

Tapi, mereka justru menemukan fakta sebaliknya yang aneh. Jaringan haplotype hanya memiliki dua kelompok besar. Sedangkan, varian virus corona ini tidak lagi bermutasi di tengah proses perkembangan evolusionernya.

Saat peneliti melanjutkan pemeriksaan enzim koreksi kesalahan virus nsp14, mereka menemukan bahwa sebagian besar spesimen nsp14 di Jepang telah mengalami banyak perubahan genetik.

"Kami benar-benar terkejut menemukan hal ini. Varian Delta di Jepang sangat mudah menular dan menjauh dari varian virus corona lainnya," kata Inoue.

Inoue menambahkan varian virus corona itu tidak membuat Salinan dirinya sendiri ketika mutasinya menjadi dominan atau bertumpuk. Hal inilah yang membuat varian Delta di Jepang punah atau menghilang secara misterius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Buat Obat untuk Pasien Virus Corona Covid-19, Begini Hasilnya!

Israel Buat Obat untuk Pasien Virus Corona Covid-19, Begini Hasilnya!

Health | Rabu, 24 November 2021 | 10:27 WIB

Peneliti: Mengunyah Permen Karet Bisa Cegah Penularan Virus Corona Covid-19

Peneliti: Mengunyah Permen Karet Bisa Cegah Penularan Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 24 November 2021 | 08:23 WIB

Penyebabnya Tak Jelas, Ini 16 Gejala Long Covid-19 yang Harus Diwaspadai!

Penyebabnya Tak Jelas, Ini 16 Gejala Long Covid-19 yang Harus Diwaspadai!

Health | Selasa, 23 November 2021 | 09:30 WIB

Terkini

Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar

Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027

Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:00 WIB

ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya

ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara

Kaltim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:54 WIB

Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat

Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Rekam Jejak Eks Caleg Nasdem yang Diusulkan Jadi Pelatih Timnas Gantikan John Herdman

Rekam Jejak Eks Caleg Nasdem yang Diusulkan Jadi Pelatih Timnas Gantikan John Herdman

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Gianni Infantino Nongol di Final Piala AFF 2026 Vietnam vs Thailand, Pertanda Apa?

Gianni Infantino Nongol di Final Piala AFF 2026 Vietnam vs Thailand, Pertanda Apa?

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Demam Slowpitch Landa Ibu Kota, Band Rock AS The Flaming Lips Ikut Nimbrung

Demam Slowpitch Landa Ibu Kota, Band Rock AS The Flaming Lips Ikut Nimbrung

Sport | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:36 WIB

×