Survei: Digital Multitasking Berisiko Sebabkan Anak Alami Gangguan Mental

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 29 November 2021 | 10:05 WIB
Survei: Digital Multitasking Berisiko Sebabkan Anak Alami Gangguan Mental
Ilustrasi anak digital multitasking. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Digital multitasking atau akses informasi lebih dari satu perangkat elektronik secara bersamaan oleh anak-anak berisiko membuatnya alami gangguan kesehatan mental. Penelitian dilakukan oleh para ilmuan di University of Luxembourg dan Universite´ de Genève.

Mereka meneliti 118 anak laki-laki dan perempuan di Swiss yang berusia 8 hingga 12 tahun. Anak-anak itu diminta untuk mengisi survei dengan pertanyaan tertentu terkait kemungkinan gangguan akibat penggunaan media elektronik. Juga dampaknya terhadap pola tidur, nilai di sekolah, dan status kesehatan mental mereka.

Anak-anak itu diperkirakan menghadapi banjir informasi dari berbagai perangkat elektronik seperti televisi, tablet, smartphone, hingga video game.

Ilustrasi anak bermain gadget. (pixabay.com)
Ilustrasi anak bermain gadget. (pixabay.com)

Kuesioner itu juga diberikan kepada guru dan orangtua anak-anak. Akan tetapi pertanyaan lebih difokuskan tentang persepsi orang dewasa tentang bagaimana penggunaan elektronik anak-anak bisa berdampak pada kesehatan mentalnya.

Para peneliti tidak spesifik memeriksa total waktu yang dihabiskan anak dalam penggunaan gawai. Menurut para ahli, waktu layqr yang dihabiskan untuk bermain gawai sebenarnya tidak berkontribusi pada masalah kesehatan mental anak.

Temuan dari penelitian itu justru menemukan kalau gangguan mental lebih mungkin terjadi jika anak menggunakan beberapa perangkat secara bersamaan, seperti menonton televisi sambil mengirim pesan teks. Tindakan itu dapat menyebabkan lebih banyak masalah stres, perilaku, maupun emosional.

"Berbeda dengan total waktu media, media yang multitasking dikaitkan dengan lebih sering ADHD, perilaku yang dinilai oleh guru mereka," kata peneliti, dikutip dari Fox News.

Data juga mengungkapkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk perangkat elektronik meningkat saat mereka tumbuh dewasa. Rata-rata penggunaan alat elektronik pada anak yang usianya paling kecil, 8 tahun, sekitar empat setengah jam sehari. Meningkat menjadi lebih dari delapan pada usia 12 tahun, menurut para peneliti.

Penelitian itu juga mengkonfirmasi kalau anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu pada video game daripada anak perempuan.

“Analisis ini mengungkapkan bahwa multitasking media lebih dari video game dan total waktu di media dikaitkan dengan hasil psikologis yang merugikan. Karena itu, multitasking media harus dipertimbangkan lebih intensif dalam studi masa depan,” tertulis dalam jurnal penelitian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putra Kedua Mendiang Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Putra Kedua Mendiang Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Batam | Senin, 29 November 2021 | 09:41 WIB

Polisi Tepergok Asyik Mainan Gelembung Sabun, Publik: Bahagia Itu Sederhana

Polisi Tepergok Asyik Mainan Gelembung Sabun, Publik: Bahagia Itu Sederhana

Hits | Senin, 29 November 2021 | 09:46 WIB

Ibu Digugat Anak Kandung Gara-gara Warisan

Ibu Digugat Anak Kandung Gara-gara Warisan

Foto | Senin, 29 November 2021 | 08:31 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB