alexametrics

Survei: Digital Multitasking Berisiko Sebabkan Anak Alami Gangguan Mental

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Survei: Digital Multitasking Berisiko Sebabkan Anak Alami Gangguan Mental
Ilustrasi anak digital multitasking. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Anak-anak itu diperkirakan menghadapi banjir informasi dari berbagai perangkat elektronik seperti televisi, tablet, smartphone, hingga video game.

Suara.com - Digital multitasking atau akses informasi lebih dari satu perangkat elektronik secara bersamaan oleh anak-anak berisiko membuatnya alami gangguan kesehatan mental. Penelitian dilakukan oleh para ilmuan di University of Luxembourg dan Universite´ de Genève.

Mereka meneliti 118 anak laki-laki dan perempuan di Swiss yang berusia 8 hingga 12 tahun. Anak-anak itu diminta untuk mengisi survei dengan pertanyaan tertentu terkait kemungkinan gangguan akibat penggunaan media elektronik. Juga dampaknya terhadap pola tidur, nilai di sekolah, dan status kesehatan mental mereka.

Anak-anak itu diperkirakan menghadapi banjir informasi dari berbagai perangkat elektronik seperti televisi, tablet, smartphone, hingga video game.

Ilustrasi anak bermain gadget. (pixabay.com)
Ilustrasi anak bermain gadget. (pixabay.com)

Kuesioner itu juga diberikan kepada guru dan orangtua anak-anak. Akan tetapi pertanyaan lebih difokuskan tentang persepsi orang dewasa tentang bagaimana penggunaan elektronik anak-anak bisa berdampak pada kesehatan mentalnya.

Baca Juga: Kabar Duka, Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz Meninggal Dunia

Para peneliti tidak spesifik memeriksa total waktu yang dihabiskan anak dalam penggunaan gawai. Menurut para ahli, waktu layqr yang dihabiskan untuk bermain gawai sebenarnya tidak berkontribusi pada masalah kesehatan mental anak.

Temuan dari penelitian itu justru menemukan kalau gangguan mental lebih mungkin terjadi jika anak menggunakan beberapa perangkat secara bersamaan, seperti menonton televisi sambil mengirim pesan teks. Tindakan itu dapat menyebabkan lebih banyak masalah stres, perilaku, maupun emosional.

"Berbeda dengan total waktu media, media yang multitasking dikaitkan dengan lebih sering ADHD, perilaku yang dinilai oleh guru mereka," kata peneliti, dikutip dari Fox News.

Data juga mengungkapkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk perangkat elektronik meningkat saat mereka tumbuh dewasa. Rata-rata penggunaan alat elektronik pada anak yang usianya paling kecil, 8 tahun, sekitar empat setengah jam sehari. Meningkat menjadi lebih dari delapan pada usia 12 tahun, menurut para peneliti.

Penelitian itu juga mengkonfirmasi kalau anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu pada video game daripada anak perempuan.

Baca Juga: Tak Diberi Uang untuk Beli Sabu, Pria di Aceh Aniaya Ortu

“Analisis ini mengungkapkan bahwa multitasking media lebih dari video game dan total waktu di media dikaitkan dengan hasil psikologis yang merugikan. Karena itu, multitasking media harus dipertimbangkan lebih intensif dalam studi masa depan,” tertulis dalam jurnal penelitian tersebut.

Komentar