Kemenkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Nakes yang Merawat Pasien Kanker

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 02 Desember 2021 | 14:09 WIB
Kemenkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Nakes yang Merawat Pasien Kanker
Ilustrasi dokter / tenaga medis / tenaga kesehatan (pixabay/DarkoStojanovic)

Suara.com - Indonesia masih punya pekerjaan rumah dalam penyediaan layanan pengobatan kanker yang berkualitas dan merata.

Diakui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah tenaga kesehatan (nakes) khusus penanganan kanker masih sangat kurang. Selain kurang secara jumlah, tenaga ahli yang yang ada juga hanya tersedia di beberapa kota besar saja.

"Pelayanan kanker yang komprehensif mulai dari tenaga ahli, pelayanan bedah, kemoterapi, dan radioterapi sampai saat ini kecukupan SDM kita masih sangat kurang."

"Selain ketercukupan, kita juga punya masalah dengan penyebaran SDM karena masih lebih banyak berada di kota-kota besar dan di Pulau Jawa," kata Direktur Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan dr. Siti Khalimah dalam konferensi pers virtual bersama Roche Indonesia, Kamis (2/11/2021).

Menurut dokter Siti, masih banyak daerah yang belum memiliki tenaga ahli khusus penanganan kanker. Namun, untuk mengatasi masalah tersebut juga butuh waktu bertahun-tahun karena lamanya masa pendidikan dokter.

Selain itu juga masih terbatas sekolah yang menyediakan pendidikan khusus tenaga ahli dalam pengobatan kanker di Indonesia. 

Presiden Direktur Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS., menambahkan bahwa tenaga kesehatan khusus yang dibutuhkan sebenarnya bukan hanya dokter spesialis tapi juga suster dan perawat. 

"Karena kanker merupakan penyakit kompleks, sehingga pengobatannya harus dari berbagai aspek," ujarnya. 

Akibatnya, dibandingkan jumlah kasus kanker yang ada di Indonesia saat ini dengan jumlah tenaga kesehatan khusus masih sangat kurang. 

Oleh sebab itu, sebagai solusi jangka menengah, Dharmais sebagai rumah sakit pusat kanker di Indonesia bekerjasama dengan Roche Indonesia melaksanakan program telementoring ECHO penanganan pasien kanker di berbagai rumah sakit di Kalimantan, Bali, dan Jawa. 

Ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan berbagi ilmu pengetahuan juga pengalaman sesama tenaga ahli kesehatan penangan kanker agar kualitas pengobatan di daerah bisa sama rata seperti di kota besar. 

"Kita berikan penguatan di rumah sakit yang memberikan layanan kanker, termasuk dengan jejaring, dengan transfer knowledge. Sehingga apabila ada pasien di daerah, maka penanganannya setidaknya sama dengan kota besar," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Ubur-Ubur, Mahasiswa UGM Buat Inovasi Hambat Kanker Payudara

Pakai Ubur-Ubur, Mahasiswa UGM Buat Inovasi Hambat Kanker Payudara

Jogja | Rabu, 01 Desember 2021 | 17:34 WIB

Kemenkes: Anak yang Tidak Imunisasi Dasar Lengkap Lebih Rentan Sakit

Kemenkes: Anak yang Tidak Imunisasi Dasar Lengkap Lebih Rentan Sakit

Health | Rabu, 01 Desember 2021 | 07:42 WIB

Kemenkes Akui Program Imunisasi Dasar Lengkap 2021 Gagal Mencapai Target

Kemenkes Akui Program Imunisasi Dasar Lengkap 2021 Gagal Mencapai Target

Health | Rabu, 01 Desember 2021 | 06:51 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB