Studi: Pasien Virus Corona Covid-19 Parah Berisiko Meninggal Usai 12 Bulan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:03 WIB
Studi: Pasien Virus Corona Covid-19 Parah Berisiko Meninggal Usai 12 Bulan
Ilustrasi Pasien Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Studi baru menemukan pasien sembuh dari virus corona Covid-19 parah justru 2 kali lebih berisiko meninggal dunia setelah 12 bulan, dibandingkan pasien dengan infeksi ringan atau sedang.

Temuan yang mengkhawatirkan ini menunjukkan peningkatan risiko kematian yang lebih besar pada pasien virus corona Covid-19 usia di bawah 65 tahun.

Penelitian dari University of Florida menyatakan risiko kematian setelah 12 bulan pada orang dewasa di bawah usia 65 tahun yang dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19 meningkat 233 persen dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi.

Studi ini juga menemukan bahwa komplikasi umum terkait virus corona Covid-19, termasuk kegagalan pernapasan dan gangguan pembekuan darah yang menyebabkan 20 persen kematian pasien virus corona Covid-19 parah.

Temuan ini menunjukkan bahwa pasien yang sembuh dari infeksi parah virus corona Covid-19 justru rentan terkena penyakit lain, karena penurunan kesehatan secara keseluruhan.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Para peneliti mendefinisikan infeksi parah virus corona Covid-19 ketika pasien membutuhkan perawatan medis di rumah sait dalam 330 hari pertama setelah positif virus corona Covid-19.

"Karena kita sekarang tahu risiko kematian yang lebih besar sebagai komplikasi dari infeksi virus corona, maka kita perlu mewaspadai infeksi parah virus corona Covid-19," kata Profesor Arch Mainous dari University of Florida dikutip dari Fox News.

Para peneliti mencatat bahwa orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 ringan atau sedang tidak mengalami peningkatan risiko kematian yang lebih tinggi.

Para peneliti menyatakan dalam laporan mereka bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya mengurangi kemungkinan mengembangkan infeksi parah virus corona Covid-19.

Mereka merekomendasikan tindakan pencegahan infeksi parah virus corona Covid-19 yang paling efektif adalah suntik vaksin Covid-19.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Berbeda dengan Delta, Ini 7 Gejalanya!

Varian Omicron Berbeda dengan Delta, Ini 7 Gejalanya!

Health | Selasa, 30 November 2021 | 21:30 WIB

Dokter Sebut Varian Omicron Tidak Picu Gejala Kehilangan Indra Penciuman

Dokter Sebut Varian Omicron Tidak Picu Gejala Kehilangan Indra Penciuman

Health | Senin, 29 November 2021 | 19:28 WIB

Bens Leo Meninggal Dunia karena Covid-19, Pahami Efek Virus Ini pada Lansia!

Bens Leo Meninggal Dunia karena Covid-19, Pahami Efek Virus Ini pada Lansia!

Health | Senin, 29 November 2021 | 18:58 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB