Studi: Tidak Sabaran dan Olahraga Terlalu Keras Tingkatkan Risiko Stroke!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:06 WIB
Studi: Tidak Sabaran dan Olahraga Terlalu Keras Tingkatkan Risiko Stroke!
Ilustrasi perempuan marah, tidak sabar (shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru menemukan bahwa orang yang tidak sabaran atau olahraga terlalu keras bisa menjadi faktor penyebab terjadinya stroke.

Dalam sebuah penelitian di European Society of Cardiology's "European Heart Journal", sebuah tim peneliti internasional mengamati lebih dari 13 ribu pasien stroke di 32 negara sebagai bagian dari studi INTERSTROKE.

Penelitian itu menggunakan pendekatan kasus-crossover, tim peneliti menentukan pemicu dalam satu jam dari munculnya gejala awal berkaitan dengan stroke akut atau tidak. Kemudian mereka membandingkannya dengan periode waktu yang sama pada hari sebelumnyaa.

"Pencegahan stroke adalah prioritas bagi dokter. Meskipun ada kemajuan, masih sulit untuk memprediksi serangan stroke akan terjadi," kata profesor Galway Universitas Nasional Irlandia Andrew Smyth dikutip dari Fox News.

Menurut profesor Galway, banyak penelitian lebih fokus pada paparan jangka menengah hingga panjang, seperti hipertensi, obesitas atau merokok.

Ilustrasi stroke (shutterstock)
Ilustrasi stroke (shutterstock)

Penelitian ini bertujuan melihat seberapa akut paparan yang bisa bertindak sebagai pemicu stroke. Penelitian ini menganalisis pola pada pasien yang menderita stroke iskemik dan perdarahan intraserebral yang lebih jarang.

Sebanyak 1 dari 11 orang yang kondisinya membaik mengalami periode kemarahan atau kesal dalam satu jam menjelang serangan stroke. Studi INTERSTROKE global menemukan bahwa 1 dari 20 pasien telah melakukan aktivitas fisik yang berat.

Makalah yang dipimpin oleh National University of Ireland Galway, menyarankan bahwa kemarahan atau gangguan emosional atau tidak sabar dikaitkan dengan sekitar 30 persen peningkatan risiko stroke selama 1 jam setelah episode tersebut.

Sedangkan, aktivitas fisik yang terlalu berat berkaitan dengan sekitar 60 persej peningkatan risiko pendarahan intraserebral, yakni bentuk langka dari stroke yang menyebabkan pendarahan di otak.

baca juga

Kondisi ini terjadi selama periode yang sama setelah aktivitas fisik berat, tetapi tidak dengan semua stroke atau stroke iskemik.

Ada peningkatan yang lebih besar untuk wanita dan lebih sedikit risiko bagi mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal.

"Gangguan emosional atau tidak sabar berkaitan dengan timbulnya stroke, stroke iskemik dan perdarahan intraserebral. Sedangkan, aktivitas fisik berat berkaitan dengan perdarahan intraserebral saja," kata peneliti.

Studi ini juga menyimpulkan bahwa tidak ada peningkatan dengan paparan pemicu kemaran dan aktivitas fisik yang berat.

Studi ini menunjukkan bahwa tidak ada efek modifikasi berdasarkan wilayah, penyakit kardiovaskular sebelumnya , faktor risiko, obat kardiovaskular, waktu atau hari timbulnya gejala.

Dr. Michelle Canavan, seorang dokter stroke konsultan Rumah Sakit Universitas Galway pun mengatakan bahwa orang harus memperhatikan kesehatan mental dan fisik di segala usia, tapi penting juga bagi beberapa orang untuk menghindari aktivitas fisik yang berat, terutama mereka yang berisiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular.

Beberapa cara terbaik untuk mencegah stroke adalah empertahankan gaya hidup sehat, mengobati tekanan darah tinggi dan tidak merokok.

Tetapi, penelitian kami juga menunjukkan peristiwa lain seperti episode kemarahan atau kesal atau periode aktivitas fisik yang berat pun meningkatkan risiko stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Cukup Pakai Bahan Alami Ini

Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Cukup Pakai Bahan Alami Ini

Lifestyle | Senin, 06 Desember 2021 | 21:15 WIB

Studi: Minum Teh dan Kopi Mengurangi Risiko Stroke, Demensia dan Demensia Pasca Stroke

Studi: Minum Teh dan Kopi Mengurangi Risiko Stroke, Demensia dan Demensia Pasca Stroke

Health | Rabu, 17 November 2021 | 09:36 WIB

Cukup Makan Satu Buah Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke, Coba Sekarang!

Cukup Makan Satu Buah Ini Bisa Turunkan Risiko Stroke, Coba Sekarang!

Health | Selasa, 09 November 2021 | 08:56 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×