alexametrics

Studi: Gen Z Melaporkan Paling Stres selama Pandemi Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Studi: Gen Z Melaporkan Paling Stres selama Pandemi Virus Corona
Ilustrasi Depresi (freepik)

GenZ mengalami gangguan dengan dampak yang nyata dalam masalah pendidikan, pertemanan, serta hubungan asmara.

Suara.com - Kecemasan, ketidakpastian, isolasi, serta tekanan pandemi virus corona telah berdampak pada banyak orang dari segala usia, terutama pada remaja atau dewasa muda.

Sebuah survei baru menemukan bahwa para remaja dan orang-orang usia dewasa muda telah menghadapi sejumlah perjuangan terberat selama masa pandemi ini.

Studi yang dilakukan terhadap orang Amerika berusia 13 hingga 56 tahun menunjukkan bahwa pandemi merupakan sumber utama stres. Banyak dari mereka mengatakan bahwa beberapa bidang dalam hidupnya menjadi lebih sulit.

Namun, ada hasil yang mencolok di antara para Generasi Z (usia 13 hingga 24 tahun), yakni gangguan dengan dampak yang nyata dalam masalah pendidikan, pertemanan, serta hubungan asmara.

Baca Juga: Dibanding Generasi Milenial, Gen Z Berpikir Ukuran Mr P Penting untuk Kepuasan Seksual

Menurut CNBC, 46% Gen Z dalam survei ini mengatakan pandemi telah mempersulit mereka dalam mencapai tujuan pendidikan atau karir, dibanding 36% Milenial dan 31% Gen X.

Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Unsplash/Engin Akyurt)
Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Unsplash/Engin Akyurt)

Kesenjangan juga terihat dalam hal asmara, dengan 40% Gen mengatakan mengalami kesulitan.

Sebanyak 45% Gen Z juga mengatakan mereka kesulitan mempertahankan hubungan baik dengan teman, dibanding 39% Gen X.

Sekitar setengah dari peserta yang lintas generasi, termasuk Gen Z, mengatakan bahwa pandemi membuat mereka sulit untuk bersenang-senang dan menjaga kesehatan mental.

Temuan ini konsisten dengan apa yang dilihat oleh para ahli kesehatan dan pendidikan. Setelah berbulan-bulan sekolah daring dan interaksi sosial terbatas, para remaja dan dewasa muda melaporkan tingkat depresi dan kecemasan mereka menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Survei: Ukuran Penis Penting Bagi Generasi Milenial dan Gen Z

Menurut dokter anak di Rumah Sakit Anak Seattle, AS, Cora Breuner, dampak besar pada anak-anak dan remaja sebgian terkait dengan perkembangan otak.

"Ini berarti, kaum muda juga tertinggal dalam keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi stres dan membuat keputusan," tandas Breuner.

Komentar