Varian Omicron, Dokter Ungkap Gejala Unik yang Terjadi di Malam Hari

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 08 Desember 2021 | 14:38 WIB
Varian Omicron, Dokter Ungkap Gejala Unik yang Terjadi di Malam Hari
Ilustrasi keringat, berkeringat, gejala varian Omicron. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Omicron sebagai varian perhatian karena memiliki banyak mutasi dan meningkatkan risiko infeksi ulang. Tapi, bukti awal menunjukkan bahwa varian Omicron ini hanya menyebabkan infeksi lebih ringan dibandingkan varian Delta.

Meski demikian, penting untuk tetap mewaspadai dan memperhatikan tanda-tanda peringatan varian Omicron tersebut.

Jika varian Omicron ini terbukti lebih mudah menular daripada jenis sebelumnya, menghentikan penyebarannya akan mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan.

Karena itu, dokter di Afrika Selatan pun berusaha mendeteksi setiap gejala varian Omicron yang diketahui cukup berbeda dibandingkan varian virus corona lainnya.

Seorang dokter umum, Unben Pillay menyebutkan beberapa gejala varian Omicron, salah satunya gejala yang sering muncul di malam hari.

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron (Pixabay/mohamed_hassan)

Menurut Unben Pillay dilansir dari Express, keringat malam adalah kondisi ketika Anda berkeringat begitu banyak sehingga pakaian malam dan tempat tidur basah kuyup.

Selain keringat malam, Unben Pillay juga melihat pasien varian Omicron mengalami batuk kering, demam dan banyak nyeri tubuh.

Mulanya, vaksin Covid-19 yang sekarang tersedia kurang efektif melawan varian Omicron. Tetapi, bukti ini masih sedikit dan justru ada tanda-tanda bahwa vaksin Covid-19 masih bermanfaat untuk melidungi diri.

Data awal juga menunjukkan suntikan booster vaksin Covid-19 pun bisa memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap penyakit tersebut.

Namun, sejauh mana suntikan booster vaksin Covid-19 memberikan perlindungan terhadap varian Omicron dan seberapa sering dibutuhkan masih belum jelas pada tahap ini.

Jika varian Omicron tersebut memang merusak kinerja vaksin Covid-19, seseorang mungkin membutuhkan 4 kali suntikan vaksin Covid-19 untuk mendapatkan perlindungan ekstra.

Varian Omicron juga semakin mengaburkan perkiraan tentang upaya suntikan booster vaksin Covid-19 dalam mempengaruhi lintasan pandemi. Tapi, para ahli masih optimis dengan kemanjuran suntikan booster vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Diduga Sudah Masuk Kabupaten Bekasi, Ini Jawaban Kadinkes

Varian Omicron Diduga Sudah Masuk Kabupaten Bekasi, Ini Jawaban Kadinkes

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 14:07 WIB

Varian Omicron vs Varian Delta, Ini Letak Perbedaan Keduanya!

Varian Omicron vs Varian Delta, Ini Letak Perbedaan Keduanya!

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 12:07 WIB

Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Varian Omicron

Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Varian Omicron

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 11:19 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB