Plt Dirjen Kesmas Kemenkes Kartini Rustandi: Anak Belum Imunisasi Rutin, Kita Sweeping!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 12 Desember 2021 | 08:35 WIB
Plt Dirjen Kesmas Kemenkes Kartini Rustandi: Anak Belum Imunisasi Rutin, Kita Sweeping!
Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat, drg. Kartini Rustandi, M.Kes. (Dok. Kemenkes RI)

Suara.com - Program imunisasi rutin anak selama pandemi Covid-19 ikut terganggu lantaran banyak orangtua takut membawa anak ke klinik atau rumah sakit, yang akhirnya pilih menunda imunisasi.

Padahal imunisasi adalah hal vital untuk melindungi anak dari paparan virus dan penyakit berbahaya sejak dini.

Alhasil, berbagai upaya dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memulihkan program imunisasi rutin anak kembali ke koridor yang seharusnya.

Lantas, bagaimana kini kondisi imunisasi rutin anak di Indonesia setelah pandemi hampir 2 tahun? Sudahkan seluruh klinik dan Puskesmas kembali menjalankan imunisasi rutin? Bagaimana upaya Kemenkes, memastikan semua anak Indonesia diimunisasi sesual jadwal?

Dalam acara Ekspose Pembangunan Kesehatan Masyarakat Jawa Tengah, di Hotel Alana, Boyolali, Kamis (9/12/2021), Suara.com berkesempatan berbincang dengan Pelaksana Tugas Dirjen Kesehatan Masyarakat (Plt Dirjen Kesmas), drg. Kartini Rustandi, M.Kes membahas program tersebut.

Berikut petikan wawancara tanya jawab, yang ditulis ulang dalam perbincangan dengan dr. Kartini:

Akibat pandemi yang berlangsung selama hampir 2 tahun, mempengaruhi imunisasi rutin anak. Lalu, bagaimana kondisi hingga di akhir 2021 ini?

Artinya kita mengupayakan saat ini percepatan, bahkan mungkin tahun depan akan ada beberapa sweeping dilakukan untuk imunisasi.

Karena memang kalau ada kasus-kasus (kesehatan) kita melakukan sweeping, jadi artinya mengejar anak-anak yang belum terimunisasi akan ada program di Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P Kemenkes).

baca juga

Sebenarnya, seberapa jauh kemunduran imunisasi anak dari jadwal yang seharusnya sudah ditetapkan akibat pandemi? Lalu, imunisasi apa yang terlihat cukup tertinggal jauh?

Sebetulnya nggak bisa dikatakan mundur, karena tergantung anaknya umur berapa, karena kan imunisasi, secara umum memang belum selesai.

Biasanya usia 1 tahun sampai 8 bulan sudah selesai campak, jadi ini yang kita kejar.

Jadi, imunisasi campak jadi salah satu yang paling terdampak dan banyak yang belum lengkap atau tuntas ya, bu?

Iya, biasanya (difteri, pertusis, dan tetanus) DPT 1, DPT 2, DPT 3, (hepatitis B) Hb-0, dan terakhir campak, itu satu paket.

Jadi dari sampai umur 2 bulan seharusnya, tapi banyak yang tertunda. Mungkin harusnya jadwal imunisasi campak, tetapi ibunya kena Covid-19 atau ada keluarga berduka, sehingga mau nggak mau kita akan lakukan sweeping lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kesehatan Pengungsi, Kemenkes Periksa Kualitas Udara Pengungsian Gunung Semeru

Jaga Kesehatan Pengungsi, Kemenkes Periksa Kualitas Udara Pengungsian Gunung Semeru

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 04:05 WIB

Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Capai 70 Persen Akhir Tahun 2021 Ini

Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Capai 70 Persen Akhir Tahun 2021 Ini

Bekaci | Jum'at, 10 Desember 2021 | 08:35 WIB

Banyak Penyintas Covid-19 Terlilit Utang ke RS, Ada yang Mencapai Ratusan Juta

Banyak Penyintas Covid-19 Terlilit Utang ke RS, Ada yang Mencapai Ratusan Juta

News | Kamis, 09 Desember 2021 | 16:34 WIB

Terkini

Transaksi BRImo Gagal? Begini Cara Praktis Lapor Keluhan Tanpa Perlu ke Bank

Transaksi BRImo Gagal? Begini Cara Praktis Lapor Keluhan Tanpa Perlu ke Bank

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Danantara melalui BRILink Agen Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Ke Pelosok Negeri

Danantara melalui BRILink Agen Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Ke Pelosok Negeri

Bali | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:39 WIB

5 Pilihan Warna Cat Keberuntungan untuk Rumah Menghadap Utara, Bawa Rezeki dan Energi Positif!

5 Pilihan Warna Cat Keberuntungan untuk Rumah Menghadap Utara, Bawa Rezeki dan Energi Positif!

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia

Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia

Sulsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Berkedok Ekspedisi Gadungan, Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Jakarta Pusat

Berkedok Ekspedisi Gadungan, Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Jakarta Pusat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Sinopsis Series My Chef in Crime: Kisah Detektif & Eks Pacar Selidiki Kasus Lewat Kuliner Nusantara

Sinopsis Series My Chef in Crime: Kisah Detektif & Eks Pacar Selidiki Kasus Lewat Kuliner Nusantara

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB

BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat

BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Malang | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

ETF Emas Resmi Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Underlying Provider

ETF Emas Resmi Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Underlying Provider

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:29 WIB

×