Bukan Jam 9 Malam, Inilah Waktu Terbaik untuk Tidur agar Jantung Tetap Sehat

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 10:25 WIB
Bukan Jam 9 Malam, Inilah Waktu Terbaik untuk Tidur agar Jantung Tetap Sehat
Ilustrasi tidur (Unsplash/Gregory Pappas)

Suara.com - Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa pola tidur yang baik juga berkaitan dengan kesehatan jantung yang bagus juga. Namun, peneliti masih mencari tahu detailnya. Kira-kira, kapan waktu tidur terbaik agar jantung tetap sehat?

Terkait hal itu, sebuah studi baru menunjukkan tidur antara jam 10 hingga 11 malam merupakan waktu yang bagus untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.

"Meskipun kami tidak dapat menyimpulkan penyebabnya, hasilnya menunjukkan bahwa tidur lebih awal atau lebih larut memiliki potensi menganggu jam tubuh (ritme sirkadian), dengan konsekuensi buruk bagi kesehatan jantung," ujar psikolog University of Exeter, David Plans.

Para peneliti menganalisis data akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan 88.026 peserta. Data ini termasuk 3.172 kasus penyakit kardiovaskular, selama hampir enam tahun melacak peserta.

Tim peneliti menemukan bahwa tertidur setelah tengah malam atau sebelum jam 10 malam dikaitkan dengan sekitar 25% peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan tertidur antara jam 10 hingga 11 malam. Peningkatan risiko tersebut turun menjadi 12% bagi mereka yang tertidur antara jam 11 hingga 12 malam.

Ilustrasi Tidur Lampu Dimatikan (pexels)
Ilustrasi Tidur Lampu Dimatikan (pexels)

"Waktu paling berisiko adalah setelah tengah malam, potensinya meningkat karena dapat mengurangi kemungkinan orang tersebut melihat cahaya pagi untuk mengatur ulang jam tubuh," imbuhnya, dilansir Science Alert.

Hasil ini tetap sama ketika memperhitungkan usia, jenis kelamin, durasi tidur, status merokok, berat badan, diabetes, tekanan darah, tingkat kolesterol, dan status sosial ekonomi. Efek juga lebih terasa untuk wanita. Namun para peneliti belum yakin apa alasannya.

"Mungkin ada perbedaan dalam bagaimana sistem endokrin merespons gangguan pada ritme sirkadian, atau usia peserta penelitian yang lebih tua bisa menjadi faktor pembaur karena risiko kardiovaskular wanita meningkat pasca-menopause," tambahnya.

Namun, studi ini tidak dapat menentukan apakah waktu tidur itu sendiri yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Kemungkinan perilaku lain seperti begadang yang menyebabkan masalah.

"Jika temuan kami dikonfirmasi dalam penelitian lain, waktu tidur dan kejelasan tidur dasar bisa menjadi target kesehatan masyarakat yang murah untuk menurunkan risiko penyakit jantung," tandas Plans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Cara Mengatasi Sulit Tidur, Agar Tidak Berakibat Buruk bagi Kesehatan

6 Cara Mengatasi Sulit Tidur, Agar Tidak Berakibat Buruk bagi Kesehatan

Your Say | Minggu, 12 Desember 2021 | 17:15 WIB

5 Manfaat Tidur Siang bagi Orang Dewasa, Cukup 15 sampai 20 Menit Saja

5 Manfaat Tidur Siang bagi Orang Dewasa, Cukup 15 sampai 20 Menit Saja

Your Say | Minggu, 12 Desember 2021 | 16:15 WIB

Wajah Terlihat Tua Meski Masih Muda? Bisa Jadi Akibat Kurang Tidur!

Wajah Terlihat Tua Meski Masih Muda? Bisa Jadi Akibat Kurang Tidur!

Health | Minggu, 12 Desember 2021 | 08:00 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB