Studi: Vaksin Covid-19 dari Hidung Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 14:43 WIB
Studi: Vaksin Covid-19 dari Hidung Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona
ilustrasi vaksin Covid-19. [Envato]

Suara.com - Para peneliti menyelidiki efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian baru virus corona, seperti varian Omicron dan Delta.

Menurut para peneliti dari studi yang diterbitkan di Science Immunology, vaksin Covid-19 yang diberikan melalui hidung mampu memberikan perlindungan terhadap varian baru virus corona.

Para peneliti dari Universitas Yale, Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York menemukan vaksin Covid-19 intranasal bisa memberikan perlindungan berbasis luas terhadap virus pernapsan heterolog pada tikus.

"Respons baru terhadap virus yang bermutasi cepat mungkin ditemukan tepat di paru-paru kita," kata Akiko Iwasaki dari Universitas Yale, Profesor Immunobiologi Waldemar Von Zedtwitz dikutip dari Fox News.

Penulis penelitian menjelaskan bahwa selaput lendir memiliki garis pertahanan yang bisa melawan patogen.

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Jaringan lendir menghasilkan sel-sel yang mengeluarkan imunoglobin A (IgA), antibodi yang melawan penyakit.

Antibodi ini bekerja secara lokal pada lapisan mukosa di hidung, paru-paru, dan perut dengan cara yang berbeda dari vaksin Covid-19 biasanya. Antibodi ini membangkitkan respons imun di seluruh sistem tubuh.

Kelompok peneliti mencatat bahwa penelitian telah menetapkan dengan baik peran protektif sel penghasil IgA dalam memerangi patogen usus.

Para peneliti memutuskan untuk mencari tahu respons IgA juga dapat menghasilkan respons imun lokal terhadap virus pernapasan atau tidak.

Tim peneliti menguji vaksin Covid-19 berbasis protein yang diberikan pada tikus melalui intranasal atau hidung.

Vaksin Covid-19 ini dirancang untuk mendapatkan respons imun IgA. Tim Kemudian, tim peneliti membuat tikus terpapar berbagai jenis virus influenza.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok tikus yang menerima vaksin hidung lebih terlindungi dari influenza dibandingkan kelompok tikus yang tidak menerimanya.

Para penulis penelitian juga menemukan vaksin hidung menginduksi antibodi yang melindungi tikus dari berbagai jenis flu.

"Meskipun suntikan vaksin biasa dan vaksin hidung sama-sama bisa meningkatkan kadar antibodi dalam darah tikus, hanya vaksin hidung yang memungkinkan sekresi IgA ke paru-paru, di mana virus pernapasan bisa masuk untuk menginfeksi inangnya", jelasnya.

Jika vaksin intranasal terbukti aman dan efektif pada manusia, Iwasaki membayangkan vaksin Covid-19 dari hidung ini bisa digunakan bersamaan dengan suntikan booster vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antibodi Llama Bisa Melawan Virus Corona Covid-19 dan Variannya

Antibodi Llama Bisa Melawan Virus Corona Covid-19 dan Variannya

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 16:03 WIB

Studi: Paparan Flu Musiman Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19

Studi: Paparan Flu Musiman Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 13:20 WIB

Penelitian: Virus Corona Bekerja Seperti Teroris, Serang Jaringan Lemak di Organ

Penelitian: Virus Corona Bekerja Seperti Teroris, Serang Jaringan Lemak di Organ

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 12:27 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB