facebook

Orang Obesitas Harus Waspada, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Jaringan Lemak

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Orang Obesitas Harus Waspada, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Jaringan Lemak
lemak visceral, kelebihan berat badan, obesitas (Pixabay/jarmoluk)

Virus corona Covid-19 bisa menyerang jaringan lemak yang membahayakan penderita obesitas.

Suara.com - Sejak awal pandemi, virus corona Covid-19 nampaknya sangat rentan bagi orang yang kelebihan berat badan.

Pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih mungkin mengembangkan virus corona Covid-19 parah dan lebih mungkin meninggal.

Meskipun pasien obesitas ini biasanya memiliki masalah kesehatan mendasar, seperti diabetes yang memburuk risiko infeksi virus corona Covid-19.

Para ilmuwan semakin yakin bahwa kerentanan mereka terinfeksi virus corona Covid-19 ini berhubungan dengan masalah obesitas tersebut.

Baca Juga: Omicron Menyebar di 60 Negara, Harga Minyak Dunia Tertekan Melemah

Kini, para peneliti telah menemukan bahwa virus corona Covid-19 bisa menginfeksi sel-sel lemak dan sel-sel kekebalan tertentu di dalam lemak tubuh, sehingga mendorong respons pertahanan yang merusak tubuh.

"Intinya, virus corona memang bisa menginfeksi sel lemak secara langsung," kata Dr. Philipp Scherer, ilmuwan yang mempelajari sel lemak di UT Southwestern Medical Center di Dallas dikutip dari New York Times.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Penelitian ini belum ditinjau sejawat atau diterbitkan dalam jurnal ilmiah, tetapi temuan ini sudah dipublikasikan.

Dr. Tracey McLaughlin dan Dr. Catherine Blish dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, menyarankan bahwa bukti tersebut dapat menunjukkan pengobatan virus corona Covid-19 baru yang menargetkan lemak tubuh.

"Mungkin itulah kelemahan virus corona yang digunakan untuk menghindari respons imun protektif," kata Dr. Vishwa Deep Dixit, profesor kedokteran komparatif dan imunologi di Yale School of Medicine.

Baca Juga: Gara-Gara Virus Covid-19 Omicron Jumlah Peserta G20 di Bali Berkurang

Temuan ini sangat relevan dengan Amerika Serikat, yang memiliki kasus obesitas tertinggi di dunia.

Kebanyakan orang dewasa Amerika kelebihan berat badan dan 42 persen mengalami obesitas.

Orang kulit hitam, Hispanik, penduduk asli Amerika, dan penduduk asli Alaska di AS juga memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi daripada orang dewasa kulit putih dan orang Amerika Asia.

Mereka juga terkena dampak pandemi virus corona secara tidak proposional dengan tingkat kematian kira-kira 2 kali lipat dari orang kulit putih Amerika.

"Kondisi ini bisa meningkatkan risiko infeksi parah. Kami melihat sitokin inflamasi yang saya lihat dalam darah pasien diproduksi sebagai respons terhadap infeksi jaringan tersebut," kata Dr Blish.

Dahulu, lemak tubuh dianggap sebagai lemban yang merupakan suatu bentuk penyimpanan. Tapi sekarang, para ilmuwan tahu bahwa jaringan itu aktif secara biologis untuk memproduksi hormon dan protein sistem kekebalan yang bekerja pada sel-sel lain dan mengatasi peradangan yang mengganggu ketika tidak ada infeksi.

Peradangan adalah respons tubuh terhadap penyerang, yang terkadang lebih berbahaya daripada infeksi yang memicunya.

"Semakin banyak massa lembam, khususnya massa lemak visceral. Maka, semakin buruk respons peradangan Anda," kata Dr. McLaughlin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar